KASAL : Prajurit TNI AL Harus Santun, Sederhana dan Punya Nilai Manfaat

Sabtu, 28 Agustus 2021

Jakarta, BorneOneTV.com- Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M meminta Prajurit TNI Angkatan Laut  harus berperilaku Sederhana, Santun dan punya nilai Manfaat bagi masyarakat sehingga kehadiran TNI AL baik personel maupun Kapal Republik Indonesia (KRI) dan KAL bisa memiliki manfaat positif di lingkungan sekitar.

“Prajurit TNI AL harus punya nilai manfaat yakni  prajurit  saat  berada dimanapun berada harus membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar,  misal saat ini jajaran TNI AL seluruh Indonesia sedang memberikan bantuan kepada pemerintah dalam menanggulangi Covid 19. Kegiatan yang kita berikan  kepada masyarakat dengan ikhlas ini mendapat apresiasi semua pihak, bahkan menjadi pemicu masyarakat untuk berkontribusi bersinergi dalam kegiatan sosial ini,” kata Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M, Kamis (26/8), saat evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan TNI AL secara virtual kepada para Pangkotama TNI AL, Komandan  Satuan TNI AL  dan Kepala Dinas  jajaran Mabesal.

Kemudian, Prajurit TNI AL dan keluarga untuk berperilaku sederhana tidak mengikuti hawa nafsu gaya hidup hedonisme atau serba mewah. Kalau hanya mengikuti gaya hedonisme bisa berbuat yang kurang baik sehingga berakibat malaksanakan pelanggaran tindak pidana seperti terlibat jaringan narkoba dan lain-lain.

Perilaku kesederhanaan ini bisa diwujudkan dalam setiap kegiatan para pejabat kunjungan kerja ke daerah terutama untuk penginapan harus memanfaatkan fasilitas yang dimiliki TNI AL seperti penggunaan mess atau wisma, sehingga tidak harus menginap di hotel.

Mantan Pangkogabwilhan Pertama juga menghimbau supaya jangan berperilaku arogan di tengah-tengah masyarakat, kalau arogan tidak saja merugikan dinas tetapi juga akan merugikan masyarakat dan diri sendiri. Tindakan  arogan prajurit biasanya terjadi saat  di jalan raya.

“Saya harapkan Pomal atau Patwal tidak boleh arogan, kalau memang ketika jalan terkena lampu merah ya berhenti, tidak boleh diterabas, kemudian ngebut dengan iring-iringan panjang menutupi jalan dan tidak boleh  masuk jalur Busway,  termasuk iringan rangkaian KASAL atau pejabat Angkatan Laut tidak  boleh menerobos lampu merah, harus patuhi rambu jalan,” ujar Kasal.

Dalam evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan ini, Kasal mengevaluasi satu persatu tiap bidang diantara evaluasi bidang pengawasan internal atau wasrik yang menekankan agar hasil-hasil  wasrik perlu ditindaklanjuti sesuai aturan sehingga terjadi transparansi. Sedangkan bidang perencanaan dan anggaran menekankan ketepatan dalam merencanakan harus cermat dan tepat sesuai kebutuhan.

Sementara itu, berkaitan bidang operasi dan latihan (Opslat) menurut Kasal latihan penembakan sasarannya harus nyata. “Sasaran udara ya drone latihan harus ditembak sampai jatuh, sasaran darat sesuai Bantuan Tembakan Kapal (BTK) ke darat atau sasaran atas air, siapkan kapal kapal yg akan di hapuskan, jadikan target oleh meriam atau rudal”, tegas Kasal.

Selain itu, berkaitan latihan harus tetap dilaksanakan untuk menjaga profesionalisme prajurit, walaupun sedang melaksanakan kegiatan serbuan  vaksinasi. Covid-19. Berkaitan  bidang personel penekanannya tentang  rotasi penugasan dan pendidikan harus dijalankan sesuai ketentuan, bukan kepentingan pribadi.

Khusus bidang pengawasan dan pengamanan personel dan material, Kasal menekankan semua personel TNI AL harus memperhatikannya tidak hanya staf intelejen dan Pomal saja,  tetapi semuanya harus peduli terutama pengamanan  personel diri sendiri dan keluarga serta material milik dinas. (L4Y).