Tiga LSM Penggiat Anti Korupsi Minta Kejelasan Hukum Kasus Korupsi di Kalbar

Tiga NGO desak Pengungkapan Korupsi di kalbar

Tiga LSM Penggiat Anti KOrupsi Minta Kejelasan Hukum Kasus Korupsi di Kalbar

Pontianak ,BorneoneTV.Com  – Tiga Lembaga swadaya masyarakat Penggiat  Anti Korupsi yang terdiri dari  Ncw , Gasak dan Peduli Kayong  menyampaikan pernyataan sikap terkait penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi  dengan mendatangi Mapolda Kalimantan barat,Kejati Kalbar dan BPK RI Kalbar   pada senin 30 Agustus 2021.

Dalam aksinya Ncw, Gasak dan Peduli Kayong , meminta kejelaskan hukum terkait kasus dugaan  korupsi proyek jalan di Kabutapen Sambas dan Gedung transportasi darat di Kabupaten Mempawah  yang proses hukumnya sudah berjalan hampir satu tahun  namun dianggap belum ada perkembangan meski sudah memasuki tahap SPDP atau surat pemberitahuan dimulainya penyidikan perkara di Kejaksaan Tinggi Kalimantan barat .

Dalam orasinya Ketua Lembaga Penggiat  anti korupsi , H Siregar “Untuk itu kita hadir disini untuk meminta kepastian hukum kalau memang kasus ini tidak dilanjutkan keluarkan dong SP3 sehingga masyarakat jelas mengetahui”

Sementara itu ketua NCW) Ibrahim dengan lantang menyuarakan “Kami dari NCW Kalimantan barat beserta Gasak dan peduli kayong mendesak supaya semua yang terlibat di tangkap semuanya”

Ibrahim MYH menegaskan,: tidak ada satu pun yang kebal terhadap hukum. Oleh karena itu hukum menjadi panglima di Indonesia.”Bilamana kekuasaan dan politik sebagai panglima maka hukum menjadi rapuh,” tegasnya.Pihaknya tambah Ibrahim telah mendengar selentingan tidak sedap terhadap kasus ini.

“Andaikata proses hukumnya mandek, maka kami akan melakukan investigasi dan melaporkan kasus ini langsung ke Kapolri dan Kejagung RI di Jakarta,” tegasnya.

Kasus ini telah bergulir saat Ditreskrim Polda Kalbar menggeledah kantor PT Batu Alam Berkah (BAB) di Pontianak dengan Direkturnya Joni Isnaini yang juga Ketua Kadin Indonesia Kalbar pada Rabu (30/9) tahun 2020 lalu.

Di hari yang sama juga dilakukan penggeledahan dan penyegelan di kantor dinas PUPR Kalbar terkait permasalahan PT. Batu Alam Berkah dan juga dugaan adanya kasus korupsi di BP2D Mempawah .

Polda Kalbar menemukan PT BAB telah terlibat korupsi dalam proyek pembangunan jalan Tebas – Jawai – Tanah Hitam di Kabupaten Sambas sebesar Rp12,2 miliar.

Tak hanya itu, PT BAB juga ditengarai terlibat dalam korupsi proyek pembangunan gedung BPTD di Mempawah.

Hingga saat ini Polda Kalimantan barat sudah memeriksa kurang lebih sebanyak 100 orang saksi  untuk dimintai keterangan salah satu diantarnya ketua Kadin Kalbar ,Djoni ,sebagai Direktur PT. batu Alam Berkah ,Pejabat pembuat Komitmen Dinas PUPR Kalbar ,dan Wakil Gubernur kalba ,H,Ria Norsan  namun sampai saat ini belum satu orang pun ditetapkan tersangka terkait dua kasus dugaan korupsi tersebut ,yang merugikan negara 12,2 milyar rupiah lebih ,dengan alas an menunggu hasil audit dari BPK RI Kalbar  .

Dalam aksi demo korupsi kali , para pendemo ditemui   AKBP. Pratomo Satriawan  sebagai (Wadir Reskrimsus Poda KalBar)  menurut  Partomo Satriawan “Proses ini sudah memasuki tahap penyidikan memang penyelidikannya lama mengumpulkan bahwan mengumpulkan informasi itu lama ini sudah cukup maju belum setahun kita sudah masuk ke tingkat penyidikan.

Aksi damai ini di tiga titik yaitu di Mapolda Kalbar ,Kantor BPK RI dan Kejati Kalbar   puluhan pendemo dikawal aparat kepolisian .(wuri )/deni