Ditegur MENDAGRI karena belum bayar insentif nakes, Walikota Pontianak :  “Data Dari Puskesmas Yang Telat

walikota POntianak eddy rusdi kamtono

 

Pontianak ,BorneoneTV.Com -Kota Pontianak menjadi salah satu dari 10 kabupaten kota yang ditegur oleh Menteri dalam negeri Tito Karnavian karena belum membayarkan insentif kepada tenaga kesehatan untuk penanganan covid 19.

Bacaan Lainnya

Menurut walikota pontianak Edi Rusdi Kamtono, insentif untuk nakes sudah dianggarkan sesuai petunjuk teknis.

“Tidak ada masalah lancar-lancar saja cuma keterlambatan kemarinkan ada yang terhutang di tahun 2020 bulan desember dana DAK nya kurang nah itu kita anggarkan di refocusing 2021 terus kita harus memproses berdasarkan juknis ,” kata Edi.

Edi mengungkapkan terdapat dua faktor penyebab lainya yang membuat pembayaran insentif nakes terlambat.

“Bahwa keterlambatan pertama, data dari puskesmas yang memberikan data SPJ ke dinas kan kita juga harus hati-hati kalau salah nanti. misalnya dia tidak ke lapangan dan kita bayar kan salah tu,” ujar Edi.

“Yang kedua adanya perubahan-perubahan juknis dari kementerian kesehatan sehingga kita harus menggunakan juknis yang disarankan karena nanti kalau kita bayar terburu-buru di periksa BPK ada temuan itu masalahnya,” sambung Edi.

Edi mengaku hingga saat ini dirinya belum mendapatkan surat teguran resmi dari KEMDAGRI namun jika ada maka pihaknya akan menjelaskan penyebab dari keterlambatan tersebut.

“Belum ada surat teguran inikan berita di media sosial mungkin juga ada tapi kita belum dapat resmi kalau dapat biasalah pasti kita jawab, kan itu mengingatkan,” tutur Edi.

Edi mengatakan bahwa Insentif tenaga kesehatan pada semester pertama sudah dibayarkan sekitar Rp. 6,9 miliar atau 50 persen dari total alokasi anggaran tahun 2021 sebesar Rp. 13,8 miliar.

Edi menambahkan bahwa dana insentif ini hanya diperuntukan kepada para nakes yang menangani pasien covid berdasarkan besarnya kasus covid yang ditangani naskes tersebut

“Contoh di puskesmas itu kalau ada kasus didaerahnya empat yang positif hasil tes PCR dia isoman ataupun di rawat nah dikunjungi selama 14 hari oleh satu nakes kalau 8 dua nakes jadi dia tergantung dari tagihan dari puskesmas,” pungkasnya. (wuri /deni )