Korupsi Dana Bansos Kejari Sanggau Bidik 3 Kecamatan Lain, Kajari : Kita Masih Kaji Keterlibatan BRI

Foto: Tim Penyidik Kejari Sanggau Saat Menggeledah Kantor BRI Tayan Hilir (dok)

Sanggau,borneoneTV.Com -Kejaksaan Negeri Sanggau kembali membidik beberapa Kecamatan Di Kabupaten Sanggau terkait dugaan korupsi bansos program keluarga harapan ( PKH ),sebelumnya Kejari Sanggau berhasil mengungkap tindak pidana korupsi dana bansos PKH di Kecamatan Tayan Hilir yang melibatkan dua orang pendamping sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau Tengku Firdaus  mengatakan,”Ada tiga laporan yang masuk terkait bansos PKH. Saya akan perintahkan kasi Intel dan tim Pidsus menindaklanjuti laporan tersebut. Perkembangannya seperti apa nanti kami sampaikan”.

Kajari memastikan akan menindak tegas siapapun yang melakukan penyimpangan dana bansos.

“Jika memang ada indikasi penyimpangan dalam pengelolaan dana Bansos tersebut saya pastikan akan kami tindak tegas, tapi kalau nanti hasil pemeriksaan kita hanya kelalaian administrasi akan kita lakukan pembinaan,” ujar Tengku.

Kajari menyayangkan, pihak BRI yang diberikan kewenangan untuk menunjuk tenaga kontrak menyampaikan kepada penerima ,yang seharusnya bekerjasama dengan petugas pendamping meneruskan kartu PKH, buku dan nomor pin langsung kepada penerima dengan tanda terima.

Namun faktanya petugas kontrak menyerahkan seluruh kartu PKH, buku rekening dan nomor pin ATM kepada pendamping PKH yang kemudian disalah gunakan buat kepentingan mereka sendiri.

“Harusnya petugas kontrak BRI yang menyampaikan nama-nama penerima itu langsung ke penerima, bukan kepada pendamping. Dia (BRI) menyampaikan kartu PKH, buku-buku tabungan, nomor PIN ATM tidak boleh kepada pendamping, jadi pihak BRI ini mengambil jalan pintas sementara mereka menerima honor dari program itu. Disitu kesalahannya. Jadi banyak KPM yang mestinya menerima tapi tidak tahu kalau mereka menerima,” beber Kajari.

Kalau ditanya apakah ada keteibatan BRI dalam dugaan tindak pidana Korupsi PKH tersebut, Kajari mengaku masih melakukan pengkajian.

“Tetap kita kaji persoalan ini. Kalau memang alat bukti nanti lengkap bisa saja nanti pihak BRI kita sangkakan,” pungkas Kajari. ( /Pul )