Sambas Zona Kuning, Bupati Sambas Resmikan laboraturium PCR, berharap Kasus Covid- 19 terus Menurun

Rabu, 1 Agustus 2021

Sambas BorneOneTV.com- Bupati Kabupaten Sambas, H. Satono meresmikan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) baru di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Sambas, Rabu,  (1/9/2021).

Laboratorium PCR bertujuan untuk mendukung percepatan tracking dan testing dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Sambas.

Bupati  Kabupaten Sambas, H.Satono,S.Sos.I.,M.H, mengungkapkan keberadaan Laboratorium PCR di Labkesda Dinkes Sambas tersebut tentunya akan mempermudah pemerintah dan masyarakat dalam penanganan pandemi Covid-19.

Saat ini, Tracking dan testing terhadap kontak erat orang positif Covid-19 sangat bergantung pada tes PCR. Jika hasil tes PCR lambat sudah tentu akan menghambat penanganan. Dengan adanya Laboratorium PCR baru di Labkesda ini sudah tentu akan mempermudah dan mempercepat kerja kita, Ungkapnya, Rabu, (1/9/2021).

Laboratorium PCR di Labkesda juga bisa dipakai untuk pemeriksaan mandiri bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan. Apalagi dalam waktu dekat ini kata dia, peserta tes CPNS dan P3K di Kabupaten Sambas akan banyak membutuhkan surat PCR.

Saya sangat bersyukur, hari ini status Sambas sudah zona kuning atau resiko rendah penularan Covid-19. Dia berharap dengan adanya Laboratorium PCR baru di Sambas akan berdampak pada penurunan kasus positif Covid-19, Ungkapnya.

Dengan adanya Laboratorium PCR baru ini, tentunya harus dibarengi dengan profesional kerja petugas kesehatan, Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak enak di dengar oleh masyarakat, ungkapnya.

Saya berharap ada regulasi yang mengatur tarif tes PCR yang akan masuk ke pendapatan daerah. Penetapan tarif PCR harus pantas dan terjangkau untuk masyarakat luas. Tidak memberatkan dan sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat.

Pandemi masih berjalan, Apresiasi setinggi-tingginya kepada semua stakeholder yang terlibat dalam satgas Covid-19 yang sudah bekerja dengan seluruh jiwa raga nya, Tetap perkuat sinergitas antara stakeholder, karena kita tidak tahu seperti apa keadaan pandemi ini ke depannya. Tutup Bupati.

( Dedi Anggara )