Calon Panglima TNI, Antara Jenderal Andika dan Laksamana Yudo, Siapa Yang Dipilih Presiden

Senin, 6 September 2021

Jakarta, BorneOneTV.com- Dua Bulan menjelang Purna Tugas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, namun dibalik akan Pensiunnya Marsekal Hadi Tjhajanto pada Bulan November 2021 ini, kini muncul dua Kandidat Calon Panglima TNI yakni Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono.

Dari kedua Kandidat yang muncul saat ini, Presiden diminta bijak dalam Memutuskan untuk memilih Calon Panglima TNI untuk diserahkan kepada Komisi I DPR RI agar dapat menjalani fit and proper test/uji kepatutan dan kelayakan untuk Calon Panglima TNI Pilihan Istana.

Kalau dilihat dari senioritas di TNI, maka KSAD Jenderal Andika Perkasa Alumni Akmil Tahun 1987, dan Laksamana TNI Yudo Margono Alumni AAL Tahun 1988, dan jika sesuai urutan matra, maka KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mendapatkan giliran untuk memegang Tongkat Komando Orang Nomor Satu di TNI.

Lantaran syarat mutlak menjadi Panglima TNI harus pernah menjabat sebagai kepala staf dan Berdasarkan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, jabatan Panglima TNI dikunci hanya untuk perwira tinggi (pati) bintang empat.

Karena sekarang Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berasal dari matra udara maka tipis sekali peluang Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo terpilih menjadi Panglima TNI, hanya Dua PATI TNI dari Matra Darat dan Matra Laut yang menjadi Kandidat kuat  Calon Panglima TNI.

Panglima TNI berasal dari AU, AD, lalu AL, dan AD. Jika itungan tersebut yang dipakai, maka peluang Andika lebih besar menjadi Panglima TNI.

Tetapi, jika bergirilan dari AD, AU, lalu AL, maka giliran KSAL Laksmana TNI Yudo Margono yang menjadi Panglima TNI.

Jenderal TNI Andika Perkasa dan Laksamana TNI Yudo sama-sama berpotensi menggantikan Marsekal Hadi Tjhajanto dan Kedua PATI TNI AD dan TNI AL  merupakan putra terbaik Indonesia yang pantas menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendatang.

Berikut Profil Jenderal TNI Andika Perkasa dan Laksamana TNI Yudo Margono diantaranya, Jenderal TNI Andika Perkasa saat ini adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak November 2018 dan Laksamana TNI Yudo Margono saat ini adalah Kepala Staf Angkatan Laut Sejak Mei 2020.

Jenderal TNI Andika Perkasa merupakan lulusan Akmil tahun 1987 dan mengawali karir sebagai

Grup 2/Para Komando, Kopassus (1987), Komandan Unit 3, Grup 2/Para Komando, Kopassus (1987), Komandan Subtim 2, Sat Gultor 81, Kopassus (1991), Komandan Tim 3, Sat Gultor 81, Kopassus (1995), Komandan Resimen 62, Yon 21 Grup 2/Para Komando, Kopassus (1997), Pama Kopassus (1998), Pamen Kopassus (1999), Kepala Seksi Kajian Strategi Hankam, Subdit Kebijakan Pelaksanaan (Jaklak), Direktorat Kebijakan Strategi (Ditjakstra), Ditjen Strahan, Departemen Pertahanan (2000), Kepala Seksi Penyusunan, Subdit Kebijakan Pelaksanaan (Jaklak), Direktorat Kebijakan Strategi (Ditjakstra), Ditjen Strahan, Departemen Pertahanan (2001), Pamen Mabes TNI-AD (2001), Komandan Batalyon (Danyon) 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha, Kopassus (2002), Kepala Seksi Intelijen, Korem 051/Wijayakarta, Kodam Jaya/Jayakarta (2002), Pabandya A-33, Direktorat A, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI (2002)

Pabandya IV/Fasdik, Spaban Opsdik, Sdirdik, Kodiklat TNI-AD (2008), Kepala Bagian Perencanaan, Sdirum, Kodiklat TNI-AD (2009),

Sekretaris Pribadi (Sespri) Kepala Staf Umum (Kasum) TNI (2010), Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya/Jayakarta (2011), Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera, Kodam I/Bukit Barisan (2012),

Kepala Dinas Penerangan TNI-AD (Kadispenad) (2013), Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) (2014), Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura (2016), Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad) (2018),Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) (2018), dan Kepala Staf Angkatan Darat (2018).

Sementara, Laksamana TNI Yudo Margono merupakan Lulusan AAL Tahun 1988 dan mengawali karir militer sebagai Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 (1988), kemudian sebagai Kadep Ops KRI Ki Hajar Dewantara 364, Palaksa KRI Fatahillah 361

Komandan KRI Pandrong 801, Komandan KRI Sutanto 877, Komandan KRI Ahmad Yani 351

Komandan Lanal Tual (2004—2008), Komandan Lanal Sorong (2008—2010), Komandan Satkat Koarmatim (2010—2011), Komandan Satkor Koarmatim (2011—2012), Komandan Kolat Armabar (2012—2014), Paban II Opslat Sops Mabesal (2014—2015), Komandan Lantamal I Belawan (2015—2016), Kepala Staf Koarmabar (2016—2017), Pangkolinlamil (2017—2018),

Pangarmabar (2018), Pangarmada I (2018—2019), Pangkogabwilhan I (2019—2020)

Kasal (2020—Sekarang). (L4Y).