Guru Cabuli Murid Dengan Modus Bisa Kembalikan Kesucian Di Sekolahan

Sanggau,BorneoneTV.Com -Seorang guru tenaga honorer berinisial AN di Teraju Kecamatan Toba,Kabupaten Sanggau,Kalimantan barat diamankan Jajaran Polres Sanggau karena dilaporkan telah mencabuli dua muridnya sendiri berinisial W dan AA

Kapolres Sanggau, AKBP Ade Kuncoro Ridwan menjelaskan bahwa terhadap korban W
terjadi Rentang Bulan Agustus tahun 2020 sampai dengan Bulan Januari 2021 di suatu tempat di Kecamatan Toba.

Bacaan Lainnya

” Tersangka AN melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di
bawah umur yang merupakan muridnya sendiri sebanyak empat kali dengan cara membujuk rayu (Tipu Muslihat) bahwa tersangka
AN bisa mengembalikan kesucian milik korban W,”kata Kapolres Sanggau AKBP Ade Kuncoro Ridwan melalui telpon selulernya, Senin 6 September 2021.

korban W di cabuli dari Bulan Agustus tahun 2020 sampai dengan Bulan Januari 2021 di suatu tempat di Kecamatan Toba.

Selain itu di cabuli Polisi juga menemukan Adanya bentuk kekerasan,korban juga sempat diancam apabila menceritakan kepada keluarga dan orang lain, maka diancam akan dikeluarkan dari sekolah,jelas Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan “Barang bukti yang diamankan berupa satu helai baju motif bunga, Satu helai celana panjang motif boneka, Satu helai pakaian dalam warna ungu, Satu helai pakaian dalam warna merah”.

Sementara Terhadap korban AA, terjadi pada bulan Maret 2021 di Ruang guru salah satu sekolah di Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Tersangka AN
melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap korban AA dengan cara membujuk rayu (Tipu
Muslihat) kepada Korban AA bahwa tersangka AN bisa mengembalikan kesucian.

“Serta adanya bentuk kekerasan dan ancaman kepada Korban AA apabila menceritakan kepada keluarga dan orang lain, maka diancam akan dikeluarkan dari sekolah,”tuturnya.

Atas perbuatannya Sang guru ini dikenakan Pasal yang di langgar, lanjutnya, Sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 81 Ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 Undang -Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dan Pasal 64
KUHPidana (Perbuatan berlanjut) dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling
lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar rupiah. (JB)