Gubernur Kalbar : Visi Pendidikan Indonesia Ciptakan Pelajar Pancasila

Selasa, 7 September 2021

Pontianak, BorneOneTV.com- Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H.,M.Hum., menjadi Inspektur Apel Siaga Kebangsaan Generasi Z yang turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Sugeng Hariadi, M.M., selaku komandan apel pada kegiatan yang diikuti oleh pelajar SMA/SMK Negeri dan Swasta di seluruh Kalimantan Barat secara dalam jaringan (daring), Ruang Analisis Data Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (6/9).

Gubernur Kalbar Sutarmidji, S.H.,M.Hum mengatakan hal pertama yang dilakukan saat terpilih menjadi orang nomor satu di provinsi ini adalah menggratiskan biaya sekolah bagi pelajar SMA/SMK Negeri di seluruh Kalbar.

“Sebanyak 150.000 pelajar dibebaskan biaya sekolahnya. Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) juga mengganti atau membangun sebagian besar sarana dan prasarana sekolah serta kebutuhan pelajar seperti pakaian, tas, dan sepatu,” kata H. Sutarmidji.

Gubernur juga meminta pelajar untuk memahami visi pendidikan Indonesia, yaitu dapat menciptakan pelajar pancasila.

“Visi tersebut sangat menantang untuk diwujudkan karena berisikan profil pelajar pancasila, seperti bertakwa kepada Tuhan, mandiri, bernalar kritis, berkebhinekaan global, bergotong royong, dan kreatif,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya menanamkan konsep kolaborasi pada generasi muda, serta harus mempunyai jiwa kepedulian terhadap sesama karena akan banyak tantangan yang akan dihadapi nantinya.

“Generasi muda harus mempunyai jiwa sosial. Di masa pandemi seperti sekarang banyak yang membutuhkan, seperti masalah kesehatan maupun ekonomi,” ujar Gubernur di depan para pelajar secara virtual.

Orang nomor satu di Kalimantan Barat kembali mengingatkan para pelajar bahwa vaksin Covid-19 bukan untuk pengobatan, melainkan upaya dari pencegahan infeksi virus yang mematikan itu.

“Orang yang sudah divaksin bukan berarti harus lalai mentaati protokol kesehatan. Tidak ada jaminan orang yang sudah divaksin akan kebal terinfeksi Covid-19. Maka dari itu, kita tetap harus menjalani protokol kesehatan,” tutup H. Sutarmidji. (L4Y).