Wagub Kalbar : UMKM Berkontribusi Besar Dalam Pertumbuhan Ekonomi Kalbar

Kamis, 9 September 2021

Pontianak, BorneOneTV.com- Wakil Gubernur Kalbar Drs H Ria Norsan, MH, MM meminta kepada para Bupati/Wali Kota di Provinsi Kalbar untuk bisa melakukan edukasi kepada pelaku UMKM untuk mengakses sumber pembiayaan yang murah dari Pemerintah dan mendukung pemasaran produk UMKM dan pelaku usaha UMKM bisa masuk dalam segala hal, termasuk sektor kerajinan, kuliner dan sebagainya.

“UMKM merupakan pelaku ekonomi yang berkontribusi cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi baik di Kalbar maupun Indonesia,” kata Drs H Ria Norsan, MH, MM, Kamis (9/9), saat menjadi Keynote Speacker pada acara Webinar dengan Kanwil DJKN Kalbar untuk mendukung UMKM Merambah Pasar Nasional di Ruang Audiovisual Kantor Gubernur Kalbar.

Pelaku usaha, masih kata dia, yang paling diandalkan sehingga harus dikembangkan. Saat ini UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi sebanyak 182.707 unit. Dengan jumlah UMKM yang demikian banyak, hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah karena posisi dari UMKM sangat strategis dalam perekonomian.

“Pemerintah Provinsi Kalbar terus berupaya menyediakan sarana prasarana untuk memasarkan produk-produk UMKM dan melakukan pelatihan-pelatihan,” jelasnya.

Selain itu, Provinsi akan selalu berupaya memberikan tempat yang lebih akan menata tempat sebagai showroom atau ruang pamer produk-produk UMKM.

“Kita akan buat lebih bagus supaya bisa sebagai penyemangat pelaku UMKM untuk berkarya,” ujarnya.

Dengan adanya sarana pemasaran melalui lelang, tentu akan menambah saluran pemasaran yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha UMKM.

Dikatakannya, Pemerintah akan senantiasa mendukung pengembangan UMKM. Terkait perijinan, kami telah berkomitmen memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha UMKM dan pemerintah juga telah memberikan bantuan dan akses pembiayaan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Seluruh kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mendukung UMKM bertujuan membentuk suatu environment yang mendorong dunia usaha UMKM untuk terus melakukan kegiatan ekonomi.

Dengan adanya dukungan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disalurkan pemerintah kepada UMKM, diharapkan mampu memicu semangat para pelaku UMKM untuk kembali bangkit dan membentuk strategi dan terobosan untuk mempertahankan eksistensinya di tengah pandemi saat ini.

Langkah yang diambil Pemerintah dalam menghadapi dan melalui sinergi dengan seluruh komponen bangsa, mulai memberikan hasil dengan menurunnya masyarakat yang terpapar Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan II tahun 2021 yang mencapai 10,81% (yoy) lebih tinggi dari pertumbuhan secara nasional yaitu sebesar 7,07% (yoy).

Momentum pemulihan ekonomi yang membaik pada triwulan II di atas, harus kita jaga bersama walaupun pada bulan Juli terjadi second wave Covid-19. Masyarakat pelaku usaha khususnya UMKM harus senantiasa bersama-sama dengan pemerintah bergandengan tangan menangani pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi.

“Dalam pengembangan UMKM, Kami senantiasa mendorong sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dengan berkolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang kuat dan menghasilkan produk berkualitas ekspor,” jelasnya.

Seperti saat ini, sinergi dan kolaborasi dengan DJKN dalam upaya pemasaran melalui lelang.go.id merupakan salah satu upaya positif sehingga seluruh pelaku UMKM di Kalbar dapat menggunakan layanan tersebut untuk pengembangan usahanya dan dapat dikenal di seluruh wilayah Indonesia.

Banyak produk-produk UMKM yang memiliki keunikan dan dapat bersaing di pasar global seperti produk kecantikan, produk hasil hutan (rotan dan madu) dan produk-produk asal Betung Kerihun dan Danau Sentarum yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu yang sudah ditetapkan sebagai paru-paru dunia oleh UNESCO. (L4Y).