Mukhlis : Apresiasi Kejari Sambas membuka Terang benderang Kasus APBDes desa Nibung, Berharap Dalam waktu dekat ada yang menjadi tersangka.

Minggu, 12 September 2021

Sambas, BorneOneTV.com- Terkait Dugaan peyalahgunaan wewenang Didesa Nibung kabupaten Sambas, yang mengakibatkan adanya Kerugian Uang Negara sebesar Rp 352,729,000,00″ Menjadi sorotan oleh Kejari Sambas, PBH LIDIK KRIMSUS-RI ( Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia ), maupun masyarakat Kabupaten Sambas, Minggu, (12/ 9/ 2021).

Ketua PBH LIDIK KRIMSUS-RI kabupaten Sambas, Mukhlis, menjelaskan, Alhamdulillah kemarin kita memenuhi undangan dari pihak kejari Sambas, dari pertemuan tersebut saya menyampaikan apa yg saya ketahui tentang kasus dugaan penyelewengan anggaran dana desa di desa nibung kecamatan paloh kabupaten Sambas, hingga saat ini kasus dugaan penyelewengan APBDes desa nibung terus berlanjut dan pihak kejaksaan terus melakukan pemanggilan kepada pihak terkait, Sambas, Kalbar, Rabu, ( 8/ 9/ 2021).

PBH LIDIK KRIMSUS RI kabupaten Sambas mengapresiasi Kejari sambas yang akan membuka terang benderang kasus tersebut, saya berharap dalam waktu dekat kejari Sambas menetapkan tersangka kepada pihak yang melakukan menyelewengkan anggaran pemerintah, Ungkap Mukhlis.

Tim Investigasi Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia Kabupaten Sambas, bahwa dugaanya telah di temukan bahwa terjadi penarikan total dana desa sebesar Rp 863,852,000,00 Dari Bank Kalbar Sambas.

Berdasarkan informasi Masyarakat, Dari hasil musyawarah Desa Nibung Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas tanggal 20 Agustus 2019, di duga diketahui dan di temukan bahwa terjadi penarikan total dana desa sebesar Rp 863,852,000,00 Dari Bank Kalbar Sambas yg dilakukan oleh Kepala Urusan Keuangan Desa,terang ketua investigasi PBH LIDIK KRIMSUS-RI kabupaten Sambas.

Bahwa dari jumlah tersebut, di duga berdasarkan bukti pengeluaran telah dibayarkan.

sebagai Realisasi pelaksanaan kegiatan sebesar Rp 511,123,000,00, sehingga di duga terdapat selisih dana Rp.352,729,000,00″ Sesuai hasil musyawarah Desa, Tutup Mukhlis.

(Tim Peliputan)