Permintaan Ekspor Sarang Burung Walet Kalbar Meningkat Disaat Pandemi

Pontianak,BorneOneTV- Menteri Pernanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo didampingi oleh Gubernur Kalbar, Sutarmiji beserta rombongan meninjau langsung proses pengolahan sarang burung walet, milik PT Borneo Walet Lestari, di Jalan Wansagaf 22A Pontianak, Kalimantan Barat (11/9/2021).

Dalam kunjungan kerjanya, Mentan Syahrul Yasin Limpo melihat langsung bagaimana proses pengolahan sarang burung walet yang saat ini menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor di Kalbar, yang tidak terpengaruh oleh adanya pandemi covid-19.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Gubernur Kalbar, Sutarmiji telah memperlihatkan langsung processing rumah sarang burung walet yang ada, untuk menampung semua hasil rumah walet yang tersebar di Kalimantan Barat, yang begitu sangat banyak jumlahnya.

“Dan tentu saja kita berharap agar sarang burung walet kedepanya dapat kita dorong untuk dijadikan komoditi baru dan andalan bagi Kalimantan Barat, agar dapat lebih maksimal,”ujar Syahrul Yasin Limpo.

Menurut Mentan, Syahrul Yasin Limpo, sarang burung walet sangat diminati di negara Cina dan 16 negara lainya yang terus kita
exercise kedepan, agar lebih baik pasarnya,”harapnya.

Foto: Owner PT Borneo Walet Lestari, Gulam Mohammad Sharon.

Owner PT Borneo Walet Lestari, Gulam Mohammad Sharon mengatakan, Sarang burung walet merupakan prospek yang sangat bagus sekali. Apalagi untuk saat ini pemerintah juga terus mendorong untuk kegiatan ekspor. Dan nilai ekspor sarang burung walet juga nilainya cukup tinggi, jika kita hitung harga perkilonya saja sudah berapa nilainya.

“Ini sangat potensial sekali, apalagi di Kalimantan Barat menjadi populasi terbesar bagi sarang burung walet dibandingkan dengan pulau lainya. Jadi secara geografis kita sangat diuntungkan juga,”kata Gulam.

Untuk saat ini Pemerintah sudah sangat mendukung, namun kembali kepada komitmen sebagi pelaku usahanya, karena untuk negara tujuan ekspor itu tidak mudah, mereka cukup ketat dengan standarnya, sehingga kita perlu menjaga sebuah komitmen terhadap standar yang mereka berikan,”ujar Gulam.

Menurut Gulam Mohammad Sharon dengan adanya pandemi justru permintaan ekspor sarang burung walet meningkat, karena sarang burung walet merupakan produk kesehatan, sehingga mereka percaya sangat baik untuk kesehatan.

“Sejak adanya pandemi, permintaan ekspor sarang burung walet naik sekitar 50 persen dari biasanya. Untuk kapasitas produksi PT Borneo Walet Lestari biasanya pertahun sebanyak 1,5 ton dan untuk saat ini mengalami peningkatan permintaan menjadi 2,5 ton pertahunnya, itu merupakan kapasitas produksi dari kita dengan tujuan ekspor terbesar yakni, negara Tiongkok,”ucap Gulam.(Dodi).