Pemuda Dayak Kalimantan Barat (Pdkb) Meminta Forkopimda Kota Pontianak Segera Selesaikan Kasus Pelarangan Pendirian Plang Dan Kehadiran Gereja Di Pontianak.

Pemuda Dayak Kalbar

Pontianak, BorneoneTV.Com -Kepala Bidang Kerohanian Pemuda Dayak Kalbar Kurnianto Rindang, Jumat 17/9 (2021)  meminta FORKOPIMDA Kota Pontianak untuk segera melakukan mediasi terkait kasus pelarangan pendirian Plang Gereja yang dilakukan oleh oknum di Depan Gang. Rindang RT.02/RW.12, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan agar tidak terjadi konflik,.

“Kami dari PDKB ada mendapati selebaran surat yang tersebar di media sosial dan itu terjadi di Kelurahan Kota Baru Pontianak,sangat menyesalkan ” Point yang ada dalam surat tersebut, terdapat pernyataan yang melarang pendirian plang serta kehadiran Gereja. Maka dari itu, “Kami dari Pemuda Dayak Kalimantan Barat secara tegas meminta kepada FORKOPIMDA Kota Pontianak untuk segera memediasi dan menyelesaikan kasus pelarangan pendirian plang dan kehadiran gereja yang ada di Kota Pontianak”. hal ini jangan dibiarkan, kalau dibiarkan berlarut-larut bukan tidak mungkin dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat”. Ucap Rindang yang sekaligus Ketua PMKRI Komisariat UNTAN.

Rindang mengungkapkan, Kebebasan beragama atau kebebasan beribadah selalu menjadi polemik dan konflik intoleransi bagi masyarakat Indonesia. Terutama melarang kebebasan dalam beragama ataupun melarang kebebasan beribadah bagi masyarakat tertentu. Pelarangan Pendirian Rumah Ibadah ialah hal yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah menjamin kebebasan beragama dan beribadah sebagai Hak Asasi Manusia bagi warga Negara Indonesia.

“Kebebasan beragama itukan sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan itu merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Masyarakat Kalimantan Barat saat ini sudah Harmonis, Aman dan Damai. janganlah rusak situasi Harmonis tersebut dengan hal-hal yang berbau SARA karena dapat  memicu Polemik dan konflik” Ungkap Rindang.

Oleh karena itu Pemuda Dayak Kalimantan Barat meminta FORKOPIMDA Kota Pontianak  harus segera bertindak demi menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Rindang juga menambahkan agar masyarakat tidak terprovokasi.

“Sekali lagi, kami dari Pemuda Dayak Kalimantan Barat meminta FORKOPIMDA Kota Pontianak harus segera bertindak demi meminimalisir hal-hal yang tidak di inginkan. Kemudian Untuk Masyarakat Kalimantan Barat jangan terprovokasi, kita kawal saja kasus ini agar selesai dengan Aman dan damai. Untuk hal-hal lain kita percayakan dan serahkan sepenuhnya kepada Pihak-pihak yang berwenang untuk menyelesaikan kasus tersebut”. Tutup Rindang(tim )