Luncurkan Program Lima Akar Penyangga UMKM Ketapang, Ini Harapan Gubernur Kalbar

Sabtu, 25 September 2021

Pontianak, BorneOneTV.Com-Program Lima Akar Penyangga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Ketapang melalui Politeknik Ketapang dan diluncurkan oleh Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., secara daring di Ruang Analisis Data Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (25/9).

Hadir secara virtual dalam kegiatan ini Direktur Politeknik Negeri Ketapang, Endang Kusmana,SE, MM, Ak, CA serta Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si.

Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum mengungkapkan UMKM menjadi tulang punggung perekonomia atau pertumbuhan perekonomian di Indonesia, khususnya di Kalbar.

“Usaha mikro di Kalbar sebanyak 167.743, usaha kecil berjumlah 14.533, serta usaha menengah sebanyak 1.486. Ini merupakan hal yang cukup besar dan menjadi potensi yang sangat mendukung pertumbuhan ekonomi, sepanjang 5 pilar penyangga berfungsi dengan baik,” kata H. Sutarmidji.

Pada masa pandemi, UMKM merupakan sektor yang dapat bertahan, sedangkan usaha besar banyak yang tidak dapat berkembang, bahkan di sektor  industri malah cenderung menurun.

“Kalbar terbantu dengan adanya pertambangan dan perkebunan. Oleh karenanya, pemerintah daerah harus selalu melihat data statistik setiap bulan untuk mengetahui perkembangan perekonomian Kalbar,” jelas Gubernur.

Pengembangan UMKM memerlukan kolaborasi untuk membangun akses UMKM di era digitalisasi ekonomi. Para pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif Kalbar harus mendapatkan pendampingan dan kolaborasi.

“Kolaborasi sangat diperlukan dalam semua lini. UMKM selain menjadi sektor usaha yang paling besar juga berkontribusi dalam menciptakan peluang kerja. Sehingga dapat membantu upaya mengurangi angka pengangguran. Harus ada program studi yang melahirkan UMKM atau pun produknya bisa mendunia. Tantangan yang paling besar dari sisi digitalisasi yaitu bisa menjual produk secara digital,” ujarnya. (L4Y).