Tinjau Gebyar Vaksinasi Covid-19, Ini Harapan Gubernur Kalbar

Minggu, 03 Oktober 2021

Pontianak, BorneOneTV.Com-Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, S.H.,M.Hum meninjau Gebyar Vaksinasi Covid-19 Kalbar yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar bekerja sama Tim Satgas Covid 19 Provinsi Kalbar di Sekolah Terpadu Pontianak, Kecamatan Pontianak Timur, Minggu, (3/10).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh  Forkopimda se- Kalbar, Kepala Dinas Kesehatan  Kalbar, dr. Harisson, M.Kes, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Drs. Sugeng Hariadi, M.M, Kepala Satuan Pamong Praja Kalbar Y. Antonius Rawing, Kepala BPSDM Kalbar, Marjani, S.E, M.Si, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Kalbar, Sefpri Kurniadi, S.STP, Kepala Biro Kesra Setda Kalbar drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes, Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Camat Pontianak Timur, Ismail, S.H.,M.H dan Kapolresta Pontianak beserta jajarannya dan Bupati/Walikota se- Kalbar secara virtual.

Usai menyampaikan sambutannya, Gubernur Kalbar melakukan teleconference kepada masing-masing Kepala Daerah Kabupaten/Kota untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pelaksanaan Vaksinasi di daerah.

Gubernur Kalbar juga menjelaskan diadakannya acara Gebyar Vaksinasi Covid-19, target capaian vaksinasi masyarakat mencapai 40-50 ribu se-Kalimantan Barat setiap hari. Khusus untuk Kota Pontianak harus 70 % diakhir bulan Oktober capaian vaksinasinya, sehingga akan terbentuk herd immunity dimasyarakat.

Sekarang ini yang ingin kita lakukan adalah memberikan vitamin khususnya untuk siswa-siswi disekolah, karena mereka setiap hari berinteraksi satu sama lain, begitu juga untuk didaerah Kabupaten/kota lainnya juga kita lakukan pemberian vitamin baik itu Vitamin C, Vitamin D dan Vitamin E, sebanyak satu hari sekali. Mekanisme pemberiannya harus dikontrol oleh sekolah, hal ini dilakukan agar Pembelajaran Tatatp Muka (PTM) tetap bisa berjalan dan tidak  terjadi cluster covid-19 di sekolah seperti halnya di daerah lain. Untuk itu, perlunya menjaga protokol kesehatan dengan baik di lingkungan sekolah,” ungkap H. Sutarmidji.

Gubernur Kalimantan Barat menginginkan capaian Vaksinasinasi di Daerah Kabupaten/Kota bisa meningkat, karena setiap pelaksanaan vaksinasi datanya akan selalu terpantau melalui aplikasi SMILE Indonesia pada Kementerian Kesehatan RI. Untuk itu Pemerintah Kabupaten/Kota harus melakukan inovasi-inovasi untuk mempercepat vaksinasi pada masing-masing wilayahnya.

“Seperti halnya untuk Kota Singkawang dimana ada lebih dari 50 ribu penduduknya yang bekerja di luar Kota Singkawang, maka Pemerintah Kota Singkawang bisa memastikan warganya untuk memperoleh vaksinasi. Secara teknis dilakukan vaksinasi perkota, jika trennya menurun lakukan per kecamatan, dan jika terjadi penurunan lagi lakukan per Kelurahan dan selanjutnya per RW dan Per RT dan langkah terakhir lakukan vaksinasi secara door to door, dengan sistem dan mekanisme seperti begitu target vaksinasi Kalimantan Barat di akhir tahun bisa mencapai 50 sampai 60 persen,” harap Gubernur.

“Perkembangan Covid-19 di Kalbar sekarang ini angka kesembuhannya sudah mencapai 98%, angka yang Positif Aktif 0,53%, dan angka yang meninggal 2,6%. Kemudian untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diisolasi di PLBN yang kepenuhan sudah ditanggulangi dimana waktu itu saran Menteri Perhubungan RI untuk mengisolasi PMI di Perbatasan namun karena kepenuhan kita laporkan kondisinya ke Mendagri, Kepala BNPB Pusat, dan Menhub RI, sehingga dikembalikan seperti sediakala yaitu dengan diisolasi di Pontianak,” tutup Gubernur Kalimantan Barat. (L4Y).