Mangrove Memiliki Peranan Penting Bagi Peningkatan Ekonomi Warga Masyarakat Batu Ampar di Masa Pandemi

Kubu Raya,BorneOneTV- Desa Batu Ampar merupakan Salah satu desa di Kabupaten Kubu Raya yang memiliki hutan mangrove sangat luas. Membentang disepanjang aliran sungai, dengan luasan lahannya lebih dari 33.150 Hektare.

Menurut Kepala Desa Batu Ampar, Herry Prawiranto, Hutan Mangrove di Desa Batu Ampar merupakan yang terluas di wilayah Provinsi Kalbar, bahkan urutan ke-4 (empat) terluas untuk Wilayah Indonesia. Hutan Mangrove juga menjadi habitat untuk berkembang biaknya kepiting bakau, udang maupun ikan,serta habitat satwa dilindungi, yaitu Bentang,”jelasnya pada,(05/10/2021).

Herry Prawiranto mengatakan dengan adanya program padat karya penanaman mangrove, selain untuk memperkaya hutan mangrove, juga untuk peningkatkan ekonomi masyarakat.

Sebagai Kepala Desa Batu Ampar, Herry Prawiranto berharap, agar kedepannya program padat karya dapat berjalan dengan baik, sebab dimasa pandemi saat ini, ekonomi masyarakat mengalami penurunan secara drastis. “Dan hutan mangrove memiliki peranan yang sangat penting untuk peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi 1.180 Kepala Keluarga (KK) di tiga dusun, yang ekomominya masih sangat tergantung pada hutan mangrove,”ucap Herry Prawiranto.

Herry Prawiranto mengatakan, dalam program penanaman mangrove di Desa Batu Ampar, semua dilibatkan, baik warga masyarakat yang tergabung dalam anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Batu Ampar, maupun diluar kelompok LPHD.

Hermansyah,Ketua LPHD Batu Ampar mengatakan, dari total luasan hutan mangrove di Desa Batu Ampar, ada sekitar 200 hektare yang perlu direhabilitasi. Sementara yang sudah dilakukan saat ini seluas 85 hektare, melalui program padat karya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2020 dan tahun 2021,”terangnya pada,(05/10/2021).

Lanjut kata Hermansyah, untuk tahun 2021, Desa Batu Ampar mendapatkan bantuan penanaman mangrove seluas 35 hektare, yang tersebar di sebelas titik dan terbagi di tiga dusun, yaitu dusun kemuning, dusun Telok Air dan dusun Sungai Limau.

“Sedangakan untuk pelaksanakan penanamanya dilakukan anggota LPHD Batu Ampar dan masyarakat melalui program padat karya. Dan untuk penanamanya, saat ini sudah mencapai 90 persen,”jelas Hermansyah.

Dengan adanya program padat karya penanaman mangrove dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tahun 2021, Hermansyah mengucapkan terimakasih kepada pihak Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kapuas ( BPDAS ) Provinsi Kalimantan Barat dan anggota pendamping desa Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang telah membina dan mensosialisaikan program padat karya penanaman mangrove kepada masyarakat Desa Batu Ampar.

Ia berharap, semoga dengan adanya program padat karya penanaman hutan mangrove di Desa Batu Ampar, masyarakatnya menjadi sejahtera dan hutannya tetap lestari,”ucapnya.(Dodi).