Aksi Koboy Lurah Pukul Randika Bikin Keluarga Meradang

Tiga Ormas saat melakukan konferensi pers terkait pemukulan yang dilakukan Lurah Beringin.

Sanggau, BorneOneTv.com – Aksi koboy Lurah Beringin Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau yang memukul Randika Jauhari Putra (25) di warung kopi River x tak jauh dari Dermaga Meliau Jalan H Said Kelurahan Beringin Kecamatam Kapuas, pada Rabu (13/10) malam membuat keluarga Randika meradang.

Hendri Paman Randika, yang sangat kesal dengan kejadian ini membenarkan aksi pemukulan Lurah tersebut. Dijelaskannya bahwa peristiwa itu terekam Closed Circuit Television (CCTV) di tempat kejadian.

“Semua aksi Lurah ini sudah terekam di CCTV. Sebagai pejabat publik rasannya tidak pantas melakukan tindakan premanisme seperti itu,” ujar Hendri dengan nada kesal.

Pemukulan ini juga disaksikan langsung pemilik warung kopi, Riko. Kepada wartawan yang menemuinya, Minggu (13/10) Riko membenarkan ada peristiwa pemukulan yang dilakukan Lurah Beringin. Ia sangat menyayangkan hal itu terjadi di warung kopi miliknya.

“Waktu itu kondisi cukup ramai, dia datang langsung mukul, saya ndak tau sih sebabnya apa, tapi memang ada keributan di sini” ungkap Riko.

Sementara itu, tiga Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Melayu di Kabupaten Sanggau yaitu Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) dan Persatuan Orang Melayu (POM) meminta kepolisian menindak tegas oknum Lurah di Kecamatan Kapuas yang diduga menganiaya, Randika Jauhari Putra.

Aksi koboi Lurah Beringin yang terekam CCTV.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya pemukulan tersebut, seharusnya Lurah mengayomi warga, apalagi tempat kejadiannya di Kelurahan Beringin. Kami juga minta kepolisian menyelesaikan secara hukum persoalan ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari masyarakat,” ujar Budi Darmawan, Ketua MABM Kabupaten Sanggau dalam konferensi pers di Sanggau, Minggu (17/10/2021).

Diungkapkan Budi, bahwa oknum Lurah tersebut sudah dua kali menganiaya warga. Kasus pertama, menurut Budi, dapat diselesaikan secara damai dan yang bersangkutan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

“Karena itu, kami minta kepolisian menuntaskan permasalahan ini secara hukum dengan transparan, karena sudah dua kali, jadi kami sudah cukup bersabar lah,” tandasnya.

Ia mengatakan, korban pemukulan oknum Lurah itu sekarang masih trauma. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Sanggau pada Jumat (15/10/2021). MABM, kata Budi, akan mengawal terus persoalan yang sudah dilaporkan ke Polres Sanggau tersebut. Ia juga meminta masyarakat Melayu di Kabupaten Sanggau menahan diri dan mempercayakan polisi mengusutnya.

Senada diungkapkan Ketua PFKPM Kabupaten Sanggau, Nur Kurniawan. Ia mendorong kepolisian menindak tegas oknum Lurah tersebut. Menurutnya, kedamaian di Kabupaten Sanggau tercoreng akibat ulah oknum pejabat Lurah ini.

“Kita sudah hidup damai di Kabupaten Sanggau ini, sudah cukup nyaman kita tinggal di Sanggau ini, tapi ini malah oknum pejabat Lurah yang bikin kisruh. Jadi kami minta polisi menindak tegas oknum Lurah itu,” ucap Nur Kurniawan.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua POM Kabupaten Sanggau, Muhammad Darminta menyebut perbuatan oknum Lurah itu menunjukkan arogansinya sebagai pejabat.

“Kami minta oknum Lurah itu ditindak tegas, jangan karena dia pejabat terus dilindungi,” desak Darminta.

Sementara itu, kepada awak media, oknum Lurah, RM juga memberikan klarifikasi terkait dugaan penganiyaan tersebut. Ia mengatakan pemicu kejadian itu adalah chat WhatsApp yang dikirim Randika kepada pacarnya, Rabu (13/10/2021).

“Pemicu awal dari chat yang tidak senonoh kepada Awit, pacar saya. Chat tidak senonoh yang menyebut ‘open BO’. Kita sama-sama tahu bahwa itu bahasa untuk pelacur. Jadi saya tidak terima dengan bahasa itu,” kata RM, Minggu (17/10/2021).

RM, yang tahu pacarnya dikirimi chat seperti itu, kemudian menelepon Randika menanyakan maksud chat tersebut.

“Saya tanya dulu ke Randika, apa maksud ‘open BO’ saya tanya maksud dia. Tapi dari percakapan itu, dia (Randika) tanya saya ‘kenapa?’. Saya tanya lagi ‘maksud kau chat open BO itu apa. Kemudian saya tanya ‘posisi kau dimana?’. Dia bilang ‘saya di Warkop Rico, sinilah’. Dia tak mau jawab pertanyaan saya, apa maksud open BO itu,” ungkap RM.

RM, yang sudah naik pitam pun langsung menemui Randika. Terlebih ketia tahu chat ‘open BO’ itu dikirim Randika melalui handphone temannya.

“Kita malu loh. Apalagi yang digunakan untuk chat pacar saya itu bukan HP-nya Randika, itu HP kawannya. Jadi kumpulan di warung kopi pasti tahu, cewek saya di Open BO begitu,” tuturnya.

Ia membantah melakukan penganiayaan. Yang terjadi, kata RM, adalah perkelahian.

“Karena saya juga kena. Sebenarnya malam itu (masalah) kami sudah selesai. Kami sudah saling memaafkan. Itu juga disaksikan dari kepolisian namanya Reno. Di situ ada tempat dia juga, yang ada di warkop. Orang-orang juga banyak menyaksikan. Begitu juga dengan pacar saya. Pada Jumat 15/10/2021) malam saya dapat informasi saya dilaporkan,” bebernya.

Bahkan, kata RM, Randika sempat meminta maaf kepadanya lantaran chat tersebut. RM, kemudian juga meminta Randika menelepon Awit untuk minta maaf.

“Saya minta telpon Awit. Karena Awit kan dari Pontianak. Malam itu langsung berangkat. Dia telepon dan saya dengar juga karena menggunakan loud speaker, dan dimaafkan (oleh Awit. Dia bilang ‘ikhlaskan Wit, memaafkan saya’. Setelah itu bubar. Kemudian Randika WA saya lagi ‘minta maaf ya bang’,” pungkasnya. (pul)