Program Ekonomi Digital Partai Emas Beri Stimulan Pada UMKM di Kalbar

Pontianak,BorneOneTV-Partai Era Masyarakat Sejahtera atau yang lebih dikenal dengan partai Emas, merupakan salah satu partai politik di Indonesia yang memiliki program ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.

Program Ekonomi ini disambut baik oleh wakil gubernur Kalbar, Ria Norsan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi ekonomi digital untuk kebangkitan UMKM bersama partai Emas di Pontianak. (25/10/21).

Menurut Ria, program ekonomi yang dimiliki oleh partai Emas dapat memberikan stimulan kepada UMKM yang ada di Indonesia khususnya di Kalbar.

“Program yang disampaikan oleh partai emas ini cukup baik sekali yaitu memberikan stimulan kepada UMKM yang ada di Indonesia khususnya Kalimantan Barat khususnya kota Pontianak,” kata Ria.

“Dengan program ini mudah-mudahan partai emas ini bisa dapat membantu membangkitkan perekonomian kita yang ada di Kalimantan Barat,” sambungnya.

Ria, juga berharap dengan program ekonomi yang ditawarkan kiranya partai emas bisa mendapat tempat di hati masyarakat Kalbar.

“Mudah-mudahan kita doakan partai emas ini bisa mendapat tempat di hati masyarakat Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Menurut Ketua umum partai Emas, Mischa Hasnaeni Moein Kalimantan Barat memiliki beragam potensi ekonomi yang perlu ditingkatkan lagi.

“Potensi ekonominya sangat luar biasa saya melihat seperti perkebunan, kebon sawitnya itu terus budidaya ikan, terus peternakan, terus saya melihat bahwa batu bara itu yang sangat potensial sekali dan sangat perlu ditingkatkan lagi,” kata Mischa.

Kedepan partao Emas Ingin bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dikalbar.

Ojek, Emas Car, Emas Food, Emas Send, Emas Kargo dan Emas Bayar.

Meski memiliki program ekonomi sendiri, namun Mischa memastikan bahwa partai dan bisnis merupakan hal yang berbeda di partai Emas.

“Tentu partai dan bisnis itu berbeda, partai badan hukumnya sendiri dan bisnis itu sendiri tapi dimana kader dan simpatisan kami perdayakan dan kita memberikan lapangan kerja,” ungkap Mischa.

“Sehingga kita membedakan antara bisnis dan politik karena partai politik tidak bisa berbisnis jadi kita membedakan badan hukumnya dan manajemen sistemnya,” tutupnya. (Deni).