Pelayanan PDAM Tirta Senentang Terburuk Selama 3 Tahun Terakhir

Kamis, 28 Oktober 2021

Sintang,Borneonetv.com- BUMN milik pemda Sintang yakni PDAM Tirta Senentang yang terlelak di jalan M Saad tiga tahun terakhir ini dalam melayani konsumen di nilai sangat buruk.

Panglima Asap yakni bapak Andreas yang merupakan tokoh muda Kabupaten Sintang yang vokal dalam menyuarakan kepentingan masyarakat kecil kepada awak media Borneonetv.com pada rabu siang 27/10/2021 menyampaikan kekesalannya terhadap pelayan yang di berikan oleh BUMN yakni PDAM TIRTA SENENTANG sangat kecewa terhadap pelayanan yang di berikan kepada konsumen terlebih tiga tahun terakhir ini.

Menurut Panglima Asap bahwa pelayanan di bawah kepemimpinan direktur Perumda Jane Elisabet Wuysang periode 2017/2021 dalam memberikan pelayan terhadap konsumen sangatlah buruk,, Air yang di alirkan ke konsumen khusus di daerah menyurai beberapa waktu lalu seperti kubangan lumpur yang sangat jauh dari kata layak jangankan untuk mandi untuk mencuci saja tidak layak, selain itu layanan yang di berikan khusus kami di menyurai dari jam 07.00 sampai jam 12.00 wib saja, debet air mengalir untuk mengisi satu bak mandi saja bisa mencapai 3 jam baru bisa terisi penuh.

Pelayanan yang di berikan berbanding terbalik dengan pembayaran yang harus kami lakukan, untuk perbulan tagihan bisa mencapai Rp.300.000 sampai 400.000 untuk keterlambatan pembayaran saja konsumen di denda Rp 7000/bulan. Saya sebagai konsumen sudah beberapa kali ingin ketemu dengan direktur perumda Jane Elisabet Wuysang untuk menyampaikan soal layanan yang di berikan oleh perumda Tirta Senentang kepada kami sebagai konsumen namun sampai hari ini selama beliau menjabat belum pernah saya bisa ketemu beliau, jadi kemana kami harus menyampaikan keluh kesah kami…?

Harapan saya khusus untuk pemda Sintang untuk bisa memberikan teguran kepada perumda supaya bisa memberikan pelayanan yang maksimal ke konsumen kedepannya, untuk saat ini saja sudah dua hari air tidak mengalir dengan alasan gardu listrik tergenang banjir, selevel perumda Tirta Senentang yang sudah sekian lama beroperasi masak beli ginset saja tidak mampu, jangan hanya bisa menuntut konsumen bayar tepat waktu tapi pelayanannya sangat jauh dari kata layak pungkas Andreas kesal. ( tim )