Wisuda Daring UWD Pontianak Berjalan Khitmat Meski Digelar Secara Virtual

Sabtu, 30 Oktober 2021

Pontianak, BorneOneTV. Com-Universitas Widya Dharma (UWD) Pontianak menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Diploma III Tahun Akademik 2020/2021 meski digelar secara Virtual dari Gedung Santo Fransiskus Asisi Lantai 10, UWD Pontianak, Sabtu (30/10).

Prosesi Wisuda ini tak dihadiri oleh sebagian besar para lulusannya. Prosesi hanya diikuti secara tatap muka oleh 30 orang lulusan perwakilan dari enam prodi Universitas yang berlokasi di Jalan Hos Cokroaminoto itu. Sisanya, dilakukan di kediaman masing-masing secara virtual atau daring.

Tahun ini, ada 691 mahasiswa yang diwisuda.  Untuk Lulusan Strata 1, 596 Mahasiswa dan Lulusan Diploma III 95 Mahasiswa.

“Terhitung sejak wisuda pertama hingga saat ini, Widya Dharma sudah meluluskan 16.921 sarjana dan ahlimadya. Kami dengan bangga mengucapkan selamat merayakan hari kelulusan. Setelah ditempat selama kurang lebih empat tahun, sekarang saatnya wisudawan/wati terjun ke dalam masyarakat, ikut membangun Kalimantan Barat khususnya, melalui berbagai sektor,” pinta Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, P Widjaja Tandra, SH, MM.

Saat ini, masih kata P. Widjaja Tandra, kita menghadapi 2 tantangan zaman, yaitu, akibat disrupsi Revoousi Industri 4.0 yang inovasi disruptif yang merubah semua sistim produksi dan menejemen dan semua tata kelola industri.

Kemudian, akibat munculnya pandemi covid 19 sejak awal 2020 yang entah kapan berakhir yang telah menghancurkan ketertiban ekonomi

global dan berdampak perubahan kehidupan mengajarkan kita untuk mencari keselamatan individu, keluarga dan masyarakat.

“Dibalik dampak negatifnya tantangan-tantangan zaman tersebut juga telah mendorong pesatnya perkembangan dibidang komunikasi informasi yang dimediasi kecanggihan teknologi informasi, dimana masyarakat dapat menyelesaikan tantangan dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi Industri 4.0 seperti internet of things/ internet untuk semua data, AL/arificial intelligence , big data, dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup menusia,” jelasnya.

Indikasi-ndikasi itu yang dapat kita lihat adalah akses teknologi digital semakin mudah, dan murah , aman dan berkelanjutan hingga penyelesaian barang dan jasa lebih efisien lebih efektip dan lebih cepat dan lebih menyenangkan lewat layanan daring.

World Economic Forum pernah merilis laporan yang memaparkan bahwa di era Revolusi Industri 4.0, beberapa pekerjaan tidak lagi

dibutuhkan dan akan digantikan dengan profesi baru. Pada tahun 2022 dengan masuknya era Revolusi Industri 4.0 akan ada 3,7 juta profesi baru yang muncul sebagai dampak ekonomi digital, dan ada 52,6 juta pekerjaan berpotensi hilang dari peredaran, karena secara masif pekerjaannya telah dilakukan robot robot canggih dan cerdas.

Banyak perusahaan mengalami krisis finansial berdampak perusahaan terpaksa gulung tikar, akibatnya sejumlah karyawan dirumahkan, karena perusahaan tidak bisa adopsi perubahan zaman.

“Mengadopsi perubahan perkembangan zaman, kami telah minta kepada Rektor dan seluruh jajaran fakultas hendaknya menempatkan diri sebagai agen perubahan sebagai pelopor atau garda depan pembaharuan zaman,” pintanya.

Universitas Widya Dharma Pontianak hendaknya senantiasa menata dan menyesuaikan kurikulum pembelajaran seiring tuntutan zaman baru ini. Kurikulum di evaluasi, dirombak dengan memperhatikan profil mahasiswa yang dibutuhkan zaman sekarang maupun yang dibutuhkan masa yang akan datang, agar para lulusan dapat adaptif perubahan zaman , dapat menginisiasi keadaban baru yang bersandar pada sains, memiliki ketrampilan kerja , inovatif, kreatip , dinamis dan karitatif dalam pemanfaatan dan penguasaan teknologi digital.

Sementara, Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, P Widjaja Tandra, SH, MM menyampaikan acara wisuda kedua sejak perguruan tinggi kita menjadi Universitas Widya Dharma Pontianak atau UWDP.

“Sebagai salah satu pendiri perguruan tinggi Widya Dharma, saya adalah pelaku sejarah, memulai perguruan tinggi kita dari sebutir benih. Kini benih kecil itu sudah tumbuh menjadi pohon besar,” P Widjaja Tandra, SH, MM.

Terhitung sejak wisuda pertama hingga saat ini, Widya Dharma sudah meluluskan 16.921 sarjana dan ahlimadya. Kami dengan bangga mengucapkan selamat merayakan hari kelulusan.

Sekarang saatnya wisudawan/wati terjun ke dalam masyarakat, ikut membangun Kalimantan Barat khususnya, melalui berbagai sektor.

Saat ini, masih kata P. Widjaja Tandra, kita menghadapi 2 tantangan zaman, yaitu, akibat disrupsi Revoousi Industri 4.0 yang inovasi disruptif yang merubah semua sistim produksi dan menejemen dan semua tata kelola industri.

Kemudian, akibat munculnya pandemi covid 19 sejak awal 2020 yang entah kapan berakhir yang telah menghancurkan ketertiban ekonomi global dan berdampak perubahan kehidupan mengajarkan kita untuk mencari keselamatan individu, keluarga dan masyarakat.

“Dibalik dampak negatifnya tantangan-tantangan zaman tersebut juga telah mendorong pesatnya perkembangan dibidang komunikasi informasi yang dimediasi kecanggihan teknologi informasi, dimana masyarakat dapat menyelesaikan tantangan dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi Industri 4.0 seperti internet of things/ internet untuk semua data, AL/arificial intelligence , big data, dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup menusia,” jelasnya.

Indikasi-ndikasi itu yang dapat kita lihat adalah akses teknologi digital semakin mudah, dan murah , aman dan berkelanjutan hingga penyelesaian barang dan jasa lebih efisien lebih efektip dan lebih cepat dan lebih menyenangkan lewat layanan daring.

World Economic Forum pernah merilis laporan yang memaparkan bahwa di era Revolusi Industri 4.0, beberapa pekerjaan tidak lagi dibutuhkan dan akan digantikan dengan profesi baru. Pada tahun 2022 dengan masuknya era Revolusi Industri 4.0 akan ada 3,7 juta profesi baru yang muncul sebagai dampak ekonomi digital, dan ada 52,6 juta pekerjaan berpotensi hilang dari peredaran, karena secara masif pekerjaannya telah dilakukan robot robot canggih dan cerdas.

Banyak perusahaan mengalami krisis finansial berdampak perusahaan terpaksa gulung tikar, akibatnya sejumlah karyawan dirumahkan, karena perusahaan tidak bisa adopsi perubahan zaman.

“Mengadopsi perubahan perkembangan zaman, kami telah minta kepada Rektor dan seluruh jajaran fakultas hendaknya menempatkan diri sebagai agen perubahan sebagai pelopor atau garda depan pembaharuan zaman,” pintanya.

Universitas Widya Dharma Pontianak hendaknya senantiasa menata dan menyesuaikan kurikulum pembelajaran seiring tuntutan zaman baru ini. Kurikulum di evaluasi, dirombak dengan memperhatikan profil mahasiswa yang dibutuhkan zaman sekarang maupun yang dibutuhkan masa yang akan datang, agar para lulusan dapat adaptif perubahan zaman , dapat menginisiasi keadaban baru yang bersandar pada sains, memiliki ketrampilan kerja , inovatif, kreatip , dinamis dan karitatif dalam pemanfaatan dan penguasaan teknologi digital.

Rektor Universitas Widya Dharma, Hadi Santoso, SE, MM, M.Ak meminta kepada lulusan agar berkompoten dalam menyandang Gelar Sarjana dan bermanfaat dalam menjalani kehidupan di masyarakat.

“Sebagai seorang sarjana baru, tugas kalian sangat berat, tunjukaah, bahwa kalian memang berkompoten dengan gelar Sarjana,” pinta Hadi Santoso, SE, MM, M.Ak.

Dikatakannya, setelah diwisuda, bukan berarti proses belajar mengajar selesai. Pembelajaran yang sesungguhnya baru dimulai di masyarakat.

“Pengetahuan yang kalian dapat di bangku kuliah akan diuji. Sebagai seorang sarjana jangan berpuas diri dan berhenti belajar,” ingatnya. (L4Y).