Peran Perbankan Dibutuhkan Dalam Mendukung Program Digitalisasi Desa di Kalbar

Sabtu, 06 November 2021

Pontianak, BorneOneTV.com-Program Studi Magister Managemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura menggelar Seminar Bisnis Seri Ke-5 yang mengangkat tema “Peranan Perbankan Dalam Mendukung Program Digitalisasi Desa” secara virtual dengan menghadirkan beberapa narasumber, satu diantaranya adalah Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., yang diwakilkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Barat (Kadisperindag ESDM Prov Kalbar), Dr. Syarif Kamaruzaman, M.Si., di Ruang Analisis Data Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu, (6/11/2021).

Dalam paparannya, Kadisperindag ESDM Prov Kalbar menjelaskan pertumbuhan ekonomi Kalbar di triwulan III sebesar 4,60%. Hal ini ditopang sektor pertanian, perhutanan, dan perikanan, yang memiliki sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 21,22%.

Kemudian, Kalimantan Barat memiliki 5 kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang, Kapuas Hulu, Sintang, dan Sanggau.

“Hal ini berkaitan dengan kondisi jaringan telekomunikasi dan akses internet, karena termasuk dalam wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Berdasarkan data, dari 170 desa di wilayah perbatasan terdapat 40 desa dengan sinyal kuat, 105 desa bersinyal lemah, dan 25 desa tidak ada memiliki sinyal,” jelas Dr. Syarif Kamaruzaman.

Gubernur Kalbar memiliki program, yaitu Indeks Desa Membangun (IDM) memiliki progres yang cukup baik.

“Pada tahun 2018, jumlah desa mandiri di Kalbar hanya  1. Alhamdulillah, saat ini desa mandiri di Kalbar berjumlah 385 desa mandiri,” kata Kadisperindag ESDM Prov Kalbar.

Pandemi menjadi salah satu faktor output seluruh sektor di Kalbar. Terutama sektor pendidikan, dimana semua kegiatan pembelajaran menggunakan aplikasi belajar daring, sehingga membutuhkan akses internet yang memadai.

“Seluruh pengusulan terkait perbankan di pedesaan, namun tidak diiringi dengan akses internet dan telekomunikasi yang baik, maka akan sia-sia. Pemprov Kalbar juga mengusulkan 252 desa yang berada di wilayah 3T dalam program prioritas Musrenbang 2021 dan diharapkan dapat terealisasi di tahun 2022,” jelasnya.

Pemprov Kalbar sudah memperkuat kondisi pandemi dengan program sertifikasi halal yang memiliki kontribusi yang cukup signifikan. Hal ini diharapkan mampu mendorong industri kecil mikro untuk melakukan terobosan ekspor ke Arab Saudi.

“Upaya-upaya formulasi perbankan dan kebijakan Gubernur ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalbar,” tutup Kadisperindag ESDM Prov Kalbar. (L4Y).