3 Minggu banjir, perusahan perkebunan baru membantu?

Selasa, 16 November 2021

Sekadau, BorneOneTV.com – Tiga (3) Minggu Banjir Di Kabupaten Sekadau, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kabupaten Sekadau, baru serahkan bantuan kepada para Korban yang terdampak banjir, Senin, (15/11/2021).

Sudah Tiga Minggu atau 21 hari lamanya banjir merendam beberapa pemukiman di wilayah Kabupaten Sekadau yang berdampak pada 6 Kecamatan, 28 Desa, atau 5.518 KK atau 19.601 Jiwa.

Selain itu banjir ini juga merupakan banjir yang terparah dan yang paling lama sepanjang terbentuknya kabupaten Sekadau. akibatnya berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.

Dengan kondisi banjir yang menganggu aktivitas ekonomi masyarakat tersebut, banyak bantuan datang dari berbagai pihak diantaranya bantuan dari pemerintah baik pusat, provinsi Kalbar bahkan kabupaten Sekadau, ada juga bantuan datang dari pihak lain diantaranya Partai politik, organisasi pusat dan darah. Selain itu bantuan juga datang dari pihak TNI dan Polri. Namun yang menjadi perhatian adalah bantuan dari pihak perusahan perkebunan kelapa sawit.

Lantaran beberapa waktu lalu Gubernur Kalbar Sutarmidji melalui akun Facebook resminya telah mengusir 20 pengusaha sawit karena tak mau membantu penanganan banjir. Sutarmidji marah karena pihak perusahaan sawit hanya mengirimkan perwakilan yang tidak bisa mengambil keputusan terkait sikap perusahaan.

“Kemarin saya undang 20-an perusahaan perkebunan sawit untuk membantu saudara kita yang terdampak banjir, tapi mereka enak aja jawab. Perusahaan mereka tidak di lokasi banjir, harus minta persetujuan atasan dan lain-lain, kesal saya ya saya usir aja,” tulis Sutarmidji, Rabu, 10 November 2021.

Menanggapi stetmen gubernur Kalbar tersebut, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kabupaten Sekadau, yang juga Senior Manager PT. Parna Agromas, Herkulanus Rudi mengatakan bahwa pihaknya (GAPKI) sudah melakukan penyaluran bantuan seminggu setelah banjir, hal tersebut dilakukan lantaran keperihatin perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak banjir.

“Perusahaan Gapki ini pada dasarnya hidup berdampingan dan berada di tengah masyarakat, kita bersama masyarakat juga mengalami musibah yang sama. Pada saat ini juga mengalami banjir di kebun, tidak bisa operasional, tidak bisa panen dan sebagainya. Jadi atas dasar kemanusiaan kita membantu masyarakat kita, walaupun nilainya tidak cukup besar”, Kata Herkulanus Rudi. Senin, (15/11/2021).

“Penyaluran bantuan ini dilaksanakan beberapa minggu yang lalu, banyak perusahaan yang sudah memberikan bantuan. Seperti PT agro Andalan, PT MPE, PT Parna Agromas sendiri sudah menyalurkan 1245 paket sembako di kecamatan Belitang Hilir Jumat lalu. PT Parna Agromas, PT TBSM, PT. GUM, PT. Agro Andalan, PT. KSP dan PT. MPE. Intinya kehadiran perusahaan membantu itu ikhlas, Ungkapnya.

Adapun bantuan yang diberikan oleh GAPKI Kabupaten Sekadau berupa 1000 paket sembako diantaranya beras, minyak goreng, sarden,susu dan sebagainya. dengan nilai masing-masing paket 150 ribu, total bantuan 150 juta.

“Karena dari awal Covid-19 juga kita sudah membantu pemerintah daerah dalam hal Vaksinasi. Terkait bantuan yang diberikan oleh per perusahaan nantinya juga akan dilaporkan ke Gapki”, Pungkas Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kabupaten Sekadau, yang juga Senior Manager PT. Parna Agromas, Herkulanus Rudi.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sekadau, Aron mengatakan Dari 23 Perusahaan yang beroperasi di wilayah nya, semuanya Sudah membantu masyarakat nya yang terdampak banjir, hanya saja terkait laporan penyaluran bantuan, ada beberapa perusahan saja yang sudah melaporkan ke pemerintah dalam hal ini dinas perkebunan, tetapi sudah memberikan bantuan langsung ke masyarakat.

“Sebagai besar perusahan juga membantu masyarakat korban banjir yang ada di kabupaten sekadau, mereka sangat peduli, hanya saja tergantung komunikasi kita dengan pihak perkebunan, jika kita komunikasi maka pihak mereka akan membantu”, kata Aron. (Tutwuri/Krisantus)