Dampak Dari Banjir Yang Melanda Kabupaten Sintang, 88 Buah Rumah Ibadah Terendam Banjir.

Sintang, Borneonetv.com-Banjir yang menerjang Kabupaten Sintang tahun 2021 adalah banjir terparah selama hampir 58 tahun di mana banjir parah dan terlama pernah terjadi pada tahun 1963 di susul pada tahun 1982.

Satu bulan lebih perekonomian masyarakat Sintang lumpuh total akibat di terpa banjir, selain mengakibatkan akses lumpuh total banjir kali ini juga merendam berbagai fasilitas pemerintah dan swasta tak ketinggalan rumah ibadah baik Masjid, Gereja dan Klenteng juga terendam banjir.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 88 unit rumah ibadah yang terendam banjir yakni 66 Masjid, 10 Gereja Protestan, 11 Gereja Katolik dan satu buah Klenteng, 53 unit fasilitas kesehatan, 9 unit perkantoran, 139 unit fasilitas pendidikan terdiri dari 23 TK 84 SD 16 unit SMP serta 13 unit SMA dan 3 unit SMK.

Sementara ruas jalan terendam banjir adalah 4.66 km, jalan Nasional/ 132.9 km, jalan Provinsi serta 228.78 km, jalan Kabupaten total jalan terendam banjir sepanjang 366.36 km dan sebanyak 470 unit jembatan yang terendam banjir, untuk rumah, ruko, dan lapak warga yang terendam sebanyak 1.690 unit dan terbanyak merupakan ruko milik Pemda kabupaten Sintang yakni sebanyak 687 unit.  (Rio)