Naik Perahu Kelotok Demi Sukseskan Program Vaksinasi

Selasa, 23 November 2021

Sanggau, BorneOneTV.com- Komitmen Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si, Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Partai GOLKAR Daerah Pemilihan Kalimantan Barat II untuk mendukung program pemerintah RI dalam mewujudkan herd immunity khususnya di daerah Kalbar terus ditunjukkan. Setelah pelaksanaan vaksinasi di daerah Nanga Mahap, Jumat (19/11/21), hari Minggu-nya (21/11/21) giliran masyarakat di Desa Kampuh, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, mendapat kesempatan menerima vaksin Covid-19.

Berbeda dengan daerah Nanga Mahap, akses menuju Desa Kampuh tidaklah mudah dilalui dan harus menggunakan perahu kelotok. Itu pun butuh waktu setidaknya 2 jam untuk bisa sampai ke Desa Kampuh. Dalam pelaksanaan program vaksinasi kali ini Adrianus Asia Sidot juga ditemani istri, dokter Grace Dirgahayu Tarigas Pabayo – Pengurus DPD Partai Golkar Kalbar, Tenaga Kesehatan dan Anggota TNI.

“Kami memang sengaja menjemput bola untuk mempercepat terbentuknya herd immunity secara nasional,” kata Adrianus Asia Sidot. Selain untuk masyarakat umum sasaran vaksinasi ini juga menyentuh para siswa yang berusia 12 tahun ke atas. “Dengan makin banyaknya siswa yang menerima vaksin sekaligus juga membantu program tatap muka yang dicanangkan Kemendikbudristek yang merupakan mitra Komisi X DPR RI,” lanjut Politisi yang juga memiliki hobi offroad. Makanya sebagai Wakil Rakyat di DPR untuk turun langsung ke lapangan menjangkau daerah yang susah bukanlah halangan buat Adrianus Asia Sidot.

“Kami sangat gembira dan mengucapkan terima kasih karena Pak Adrianus bisa membantu terselenggaranya vaksinasi kali ini sehingga warga tak perlu pergi jauh,” Kata Nasarudi, Kepala Desa Kampuh. Aksi jemput bola ini memang dirasakan sangat membantu masyarakat Desa Kampuh. Sebanyak 589 dosis vaksin Pfizer bisa terdistribusikan dengan baik.

Dalam kesempatan ini dokter Grace yang juga putri Adrianus Asia Sidot juga ikut mendorong masyarakat untuk tidak takut divaksin. “Meskipun tidak seratus persen jadi kebal terhadap virus Covid, tapi jika divaksin tubuh kita minimal memiliki pertahanan diri. Sehingga jika terpapar virus tidak sampai fatal akibatnya,” kata dokter Grace.

(Tim)