SPORC Brigade Bekantan Seksi Wilayah 3 Pontianak Terima Hasil Tangkapan 300 Batang Kayu Bengkirai dari Intel Kodam

banner 120x600

Kubu Raya,BorneOneTV – Tim Intelijen Kodam XII/Tpr mengamankan satu unit Pickup KB 8098 AQ bermuatan kayu jenis bengkirai berbagai ukuran sebanyak 300 batang di Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Jumat, 8 April 2022. Usai diamankan barang bukti dan sopir tersebut diserahkan di Kantor SPORC (Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat) Brigade Bekantan Seksi Wilayah 3 Pontianak Balai Gakkum LHK Kalimantan, di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalbar.

Kepala Seksi Balai Gakkum KLHK Kalimantan Wilayah Tiga Pontianak, Julian membenarkan pihaknya telah menerima penyerahan barang bukti pickup bermuatan kayu beserta sopir dari Intel Kodam XII/Tpr dan saat ini sedang dilakukan proses lebih lanjut.

“Iya benar kami ada menerima penyerahan barang bukti kayu dari Intel Kodam dan masih dilakukan proses lebih lanjut,”ujar Julian pada Sabtu, 9 April 2022.

Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 300 batang kayu berukuran 4×12 panjang 2,5 Cm diamankan Tim Intel Kodam XII/Tpr di Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat pada Jumat, 8 April 2022. Ratusan kayu tersebut jenis bengkirai berasal dari Balai Bekuak.

Pantauan media ini dilapangan, mobil pickup KB 8098 AQ bermuatan kayu tersebut saat ini tengah dalam proses diserahkan di Kantor Markas SPORC oleh Tim Intel Kodam di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Pemilik ratusan kayu berinisial SN kepada sejumlah media mengatakan, kayu jenis bengkirai tersebut merupakan miliknya yang dibeli dari daerah Balai Bekuak, Kabupaten Ketapang dan akan dijual kembali di Pontianak kepada pemilik mebel.

“Kayu ini tidak dilengkapi dengan dokumen karena untuk kebutuhan lokal buat kusen,”ujar SN pada Jumat, 8 April 2022.

Ia menambahkan, bekerja usaha kayu sudah dilakoninya sejak Tahun 2016. Dan semenjak bekerja kayu sudah pernah diamankan oleh aparat. Tapi saat itu kasusnya tidak naik ke proses hukum selanjutnya. “Dulu pernah kami kena tangkap pak, tapi kasusnya tidak naik,”tutup SN. (Tim/dd).

%d blogger menyukai ini: