banner 120x600

Keseriusan Legislator untuk menyelesaikan permasalahan antar petani Plasma BTS dengan pihak HPI AGRO dipertanyakan Ampelas.

banner 120x600

Jumat, 13 Mei 2022

Sintang, BorneOneTV.com- Permasalahan selisih luasan lahan antara koperasi bina tani sejahtera ( bts ) dengan pihak HPI AGRO sampai saat ini belum menemukan titik temu, di mana seharusnya pada kamis 12 mei 2022 di adakan pertemuan kembali antara koperasi BTS, HPI AGRO, pihak Bank Mandiri dan Tim TP3K sesuai dengan kesepakatan bersama pada pertemuan tgl 28/04/2022 tanpa harus mengunakan surat undangan.

Sesuai dengan kesepakatan bersama tersebut kami petani plasma bts dan btm kembali hadir ke kantor dewan untuk mengikuti aundensi yang sudah di agendakan tersebut, namun begitu kecewanya kami para petani plasma saat datang ke dewan ternyata agenda yang sudah di rencanakan dibatalkan dengan alasan pak Ketua Komisi D sedang berduka, sementara kami sudah datang dari kampung di mana harus meninggalkan anak istri, pekerjaan dan biaya yang tidak sedikit, kalau memang di batalkan jaman sekarang tidak ad yang susah bisa di komunikasikan atau pemberitahuan hp, kalau seperti ini kami merasa sangat di lecehkan ujar Langu ketua koperasi BTS.

sementara ketua Ampelas mengatakan kehadiran kami ke rumah Rakyat sesuai jadwal, tapi tidak ada pihak manapun yg hadir selain kami para petani plasma.

Akhirnya hanya 2 Legislator Hanura menyambut kami. Pak Heri Jambri sebagai unsur pimpinan DPRD dan pak Nekodemus dari komisi D.

Yang menjadi pertanyaan kami petani plasma “apakah benar pihak dewan ingin membantu kami masyarakat petani plasma untuk menyelesaikan sengketa kami dengan pihak HPI AGRO..?”. Di manakah letak hati NURANI pemerintah dan dewan untuk menyelesaikan permasalahan kami sebab tidak ada yang bisa menghadirkan pihak HPI AGRO sehingga permasalahan ini berkepanjangan. kalau memang tidak ada etikat baik untuk menyelesaikan masalah lebih baik kita buat masalah saja di lapangan nantinya, pungkas Siman.

Harapan kami pihak Dewan bisa membentuk pansus untuk menyelesaikan permasalahan ini, namun harapan tersebut nampaknya hanya mimpi panjang kami petani plasma, sebab di dewan saja ada beberapa fraksi yang nyata nyata menolak dengan tegas terbentuknya pansus,, pertanyaan kami ada apa ini…apakah DEWAN SUDAH MASUK ANGIN…?

Kalau memang tidak ada lagi tempat kami mengadu dan mencari keadilan, maka jangan salahkan kami bila kami melakukan sesuatu di lapangan dengan cara kami sendiri, walaupun kami paham bila main hakim sendiri dan akan terjebak dengan proses hukum, karena memang itu yang di inginkan oleh pihak HPI AGRO, dan kami sudah siap, dari pada KAMI DI JAJAH DAN DI PERAS DI TANAH KAMI SENDIRI, ujar ketua Ampelas dengan nada tinggi. ( tim)

%d blogger menyukai ini: