banner 120x600

Yonif 645/Gardatama Yudha serahkan Barang bukti 13,6 Kilo Gram Sabu Kepada BNNP KALBAR

banner 120x600

Rabu,  1 Juni 2022

Singkawang, BorneOneTV.com – Sebanyak 13,6 Kg Barang bukti Sabu yang berhasil di amankan Satgas Pamtas Yonif 645 / Gardatama Yudha di wilayah perbatasan RI – Malaysia tepatnya di Desa Kumba Semunying Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang Di serahkan Kepada Badan Narkotik nasional Provinsi Kalbar (BNNP) di kotor BNNK Kota Singkawang Rabu (1/6/2022).

Penyerahan tersangka beserta barang bukti sebanyak 13,60 Kg sabu tersebut diterima Kasi Penyidikan Bidang Pemberantasan BNNP Kalbar, Stevani Valintino.

Acara penyerahan juga turut dihadiri Kepala BNNK Singkawang, Kompol Toto Budi, Danbrigif 19/Khatulistiwa, Letkol Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, Pasi Intel Kodim 1202/Skw, Kapten Inf Taufik Wiramnasyah, Kasat Narkoba Polres Bengkayang dan Kasi PR Bea Cukai, Gustaf Ari Wahyu.

“Tersangka berinisial IK (laki-laki), berdasarkan keterangan dari tersangka jika dia berasal dari seberang. Narkoba tersebut akan diletakkan disuatu tempat, nanti ada kurir yang akan mengambil,” kata Danyonif 645/Gardatama Yudha, Letkol Inf Hudallah.

Menurutnya, tersangka seorang diri dan tertangkap tangan oleh petugas. Pada saat ditangkap tidak ada perlawanan sama sekali oleh tersangka.

“Narkoba belasan kilo tersebut tersangka simpan di dalam tas dengan kemasan teh Guanyinwang dari China,” ujarnya.

Namun setelah diperiksa, ternyata isinya narkoba jenis sabu.

“Saat dimintai keterangan, tersangka tidak banyak bicara. Dia hanya memberitahukan namanya Ikbal (26) berasal dari Sulawesi Selatan, itu saja,” jelasnya.

Letkol Inf Hudallah menceritakan, pada Minggu (29/5) sekitar pukul 13.30 WIB, petugas Pamtas melakukan serah terima Pos Satgas.

“Kita satu malam full melakukan pengembangan fisik pengawasan dan pembenahan pos,” katanya.

Pelaksanaan operasi ini hanya dilakukan di daerah Indonesia sendiri. Bahkan masyarakat yang berada di perbatasan sudah cukup kenal.dengan petugas Pamtas.

Bahkan, informasi penyeludupan narkoba ini juga pihaknya dapatkan dari masyarakat, kemudian ditindaklanjuti dengan rapat.

“Tepat di pukul 20.00 WIB, kita perintahkan Danpos untuk melaksanakan ambush (penyergapan) di tempat-tempat yang kemungkinan akan dilewati oleh pelintas ilegal,” ujarnya.

Tepat di pukul 23.30 WIB, ditemukanlah ciri-ciri seperti yang disampaikan oleh masyarakat.

“Hasilnya seperti yang rekan-rekan jurnalis lihat sendiri. Narkoba sebanyak ini dibawa dari seberang ke Indonesia,” ungkapnya.

Danbrigif 19/Khatulistiwa, Letkol Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan, jika perbatasan RI-Malaysia tentunya cukup banyak ditemukan pelintas ilegal. Termasuklah barang-barang baik yang masuk ke Indonesia maupun Malaysia tentunya juga banyak yang ilegal.

Terkait dengan pengungkapan kasus penyeludupan narkoba yang dilakukan petugas Pamtas, tentunya akan menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut oleh BNN.

“Petugas hanya menangkap dengan tujuan untuk menggagalkan, setelah memastikan apakah barang yang dibawa itu betul-betul narkoba, maka tahapan selanjutnya kita serahkan ke BNN untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Saat ini, bukti sudah dikumpulkan kemudian diserahkan ke BNN. Tentunya akan ada proses pengusutan yang lebih mendalam oleh BNN.

“Yang nantinya akan diberikan jawaban yang pasti oleh BNN,” ujarnya.

Sementara Kasi Penyidikan Bidang Pemberantasan BNNP Kalbar, Stevani Valintino mengatakan,

apa yang sudah dilakukan petugas Pamtas 645/Gardatama Yudha sudah menyelamatkan sebanyak 7.800 manusia dari ketergantungan narkoba.

“Jika diuangkan, hasil tangkapan ini adalah senilai Rp7,8 Milyar dengan estimasi Rp600 ribu per gram,” katanya.

Hasil tangkapan ini tentunya akan BNN dalami apakah ada jaringan-jaringan lainnya yang ikut terlibat.

Kepala BNNK Singkawang, Kompol.Toto Budi mengapresiasi sinergitas TNI, Bea Cukai dan instansi lainnya yang berhasil.menggagalkan penyeludupan narkoba di wilayah perbatasan.

“Apalagi pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tugas BNN dan Polri saja, tapi juga menjadi tugas kita bersama,” katanya.

Menurutnya, narkoba merupakan kejahatan yang sangat luar biasa.

“Maka dari itu harus kita tangani bersama secara luar biasa juga,” ujarnya.

( Tim BorneOneTV.com)

%d blogger menyukai ini: