Kejari Singkawang Terima Lima Aduan Dugaan Tipikor Di Kota Singkawang

banner 120x600

Kejari Singkawang Terima Lima Aduan Dugaan Tipikor Di Kota Singkawang

Singkawang – Kejaksaan Negeri Singkawang saat ini telah menerima lima pengaduan dari masyarakat terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) di kota Singkawang.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Singkawang, David Nababan, mengatakan. Lima pengaduan dugaan tipikor yang dilaporkan diantaranya terkait dengan mafia tanah serta beberapa dugaan tipikor yang terjadi di lingkungan Pemkot Singkawang.

“Dari lima aduan tersebut. Diantaranya dugaan ketidak Pidana tipikor. Serta beberapa aduan lainya yang ada di kota singkawang.” Ujarnya. Minggu 14 Agustus 2022.

Lebih lanjut ia mengatakan. Terkait dengan pengaduan tersebut, pihaknya sedang melakukan penelaahan dan pengumpulan data serta bahan keterangan mengenai kebenaran yang disampaikan oleh masyarakat.

“Laporan dari masyakarat tersebut. Masih kota lakukan pengumpulan data. Dan mengumpulkan bahan keterangan mengenai kebenarannya,” ringkasnya.

Untuk itu dirinya mohon bantuan dan dukungan dari masyarakat untuk mau memberikan informasi mengenai apa-apa saja yang kami pelukan guna mengungkap kebenaran dugaan kasus tipikor tersebut.

Berdasarkan pertemuan dan evaluasi dari seluruh Satker Kejaksaan RI se-Indonesia melalui Zoom Meeting beberapa waktu lalu, bahwa pimpinan memberikan arahan kepada semua Kejaksaan di daerah minimal bisa mengungkap sebanyak tiga kasus tipikor.

“Karena memang tidak mungkin setiap daerah itu tidak pernah terjadi tindak pidana korupsi,” ungkapnya.

Guna mengungkap kasus tersebut agar sesuai target, Kejaksaan Negeri Singkawang berupaya untuk menggalang media dan masyarakat supaya bisa mensuport serta memberikan informasi-informasi, dengan begitu pihaknya bisa bekerja dengan maksimal.

“Saat ini ada tiga kasus dugaan tipikor yang sedang menjadi fokus kami. Namun mohon maaf, belum bisa kami sebutkan karena masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Menurutnya, pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat biasanya belum tentu ditemukan adanya perbuatan melawan hukum.

“Maka itulah diperlukan telaah, pengumpulan data dan bahan keterangan sehingga nanti dapat disimpulkan apakah kasus yang diadukan itu ada ditemukan indikasi korupsinya atau tidak,” tutipnya.(Tim)

%d blogger menyukai ini: