Diduga Diberhentikan Secara Tidak Prosedural,Toni Cs Adukan CU Lantang Tipo Ke Polda Kalbar

banner 120x600

Pontianak,BorneOneTV- Marasa tidak terima diberhentikan dengan tidak prosedural sebagai pengurus Koperasi Kredit CU Lantang Tipo Bodok,Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, didampingi kuasa hukumnya Basilius Oybur, Toni dan Amrosius mengadukan kasusnya ke Polda Kalbar.

Kepada awak media Toni mengatakan, bahwa dirinya bekerja sebagai pengurus Koperasi Kredit CU Lantang Tipo sudah 7 tahun. “Terakhir saya menjabat sebagai ketua pengurus dan tanpa prosedural saya diberhentikan,”Ungkapnya,Senin (17/10/22).

Lanjut katanya, berdasarkan aturan yang ada, bahwa pengurus dapat diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir apabila terbukti melakukan 4 poin pelanggaran antaralain, jika terbukti melanggar UU Koperasi beserta peraturan pelaksanaannya AD/ART dan keputusan rapat anggota, melakukan kecurangan, penyelewengan yang dapat mengakibatkan kerugian keuangan dan usaha koperasi, serta melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan kerugian bagi koperasi dan gerakan koperasi, dan atau sedang dipidana.

“Dan saya merasa tidak ada satu pun poin yang memenuhi unsur peberhentiannya, karena saya merasa tidak ada melakukan pelanggaran daripada aturan- aturan yang sudah ditetapkan tersebut,”ujar Toni menerangkan.

Menurut Toni, berbagai upaya sudah ia tempuh untuk mendapatkan haknya dengan menyurati untuk mengajak membicarakan permasalahan yang ada secara baik-baik. Bahkan dirinya juga sudah meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Prov. Kalbar untuk ikut menfasilitasi permasalahan tersebut, namun tidak ada kejelasnya,”terangnya.

Padahal aturanya kalau pengurus itu ada masalah dia mempunyai hak untuk membela diri. “Ini kami tidak pernah diberikan hak untuk membela diri, bahkan kami tidak pernah diinvestigasi, diaudit, diklarisifikasi, maupun dimintai keterangan terkait pelanggaran yang dituduhkan, kok mereka bisa menyimpukan bahwa kami melanggar AD/ART dan kode etik. Jadi tuduhan tersebut terkesan mengada- ada,”ucap Toni.

Toni mengatakan, untuk memperjuangkan hak dan keadilannya, pihaknya telah membuat pengaduan di Polda Kalbar dan sedang dalam proses. “Ia pun berharap hak-hak hukumnya bisa terpenuhi melalui institusi yang dibuat oleh negara,”harapnya.

Nasib yang sama juga dialami oleh rekan kerjanya, Ambrosius Kidul yang menjabat sebagai Bendahara di Koperasi Kredit CU. Lantang Tipo Bodok yang juga ikut membuat pengaduan di Polda Kalbar.

“Sebelumnya kami sudah membuat pengaduan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar dan sedang berproses. Dan untuk selanjutnya kami juga akan membuat pelaporan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar,”terang Ambrosius Kidul kepada awak media, Senin(17/10/22). (Dd).

%d blogger menyukai ini: