Kuasa Hukum: Pemberhentian Toni dan Ambrosius Sebagai Pengurus CU Lantang Tipo Dinilai Cacat Hukum

banner 120x600

Pontianak,BorneOneTV- Pemberhetian Toni dan Ambrosius Sebagai Pengurus Kantor Pusat CU Lantang Tipo melalui Rapat Tahunan Anggota (RAT) dinilai cacat hukum oleh kuasa hukumnya, Drs.Basilius Oybur,SH,.MH,.

Seharusnya pemberhentian pengurus dilakukan melalui mekanisme dan prosedur yang benar, yaitu melalui rapat anggota luar biasa, bukan melalui RAT,”jelas Drs.Basilius Oybur,SH,.MH,.kuasa hukum Toni dan Ambrosius kepada awak media, Jum’at (28/10/22).

Dalam proses pemberhentian pengurus, seharusnya dilakukan melalui tahapan sesuai aturan. Terkait adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kliennya sebagai pengurus, seharusnya tim pengawas harus membentuk tim etik dan melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kliennya, untuk dapat mengambil langkah selanjutnya, baik berupa teguran, surat peringatan (SP), skorsing ataupun mangadakan rapat anggota luar biasa untuk memberhentikan pengurus jika terbukti melakukan pelanggaran.

Foto: Drs.Basilius Oybur,SH,.MH,.kuasa hukum Toni dan Ambrosius.(borneonetv.com).

“Dan terhadap kliennya proses tersebut tidak dilakukan, serta tidak mendapatkan ruang dalam melakukan pembelaan terkait pelanggaran kode etik dan AD/ART seperti yang dituduhkan, sehingga pemberhertian kliennya dianggap tidak sah dan cacat hukum,”ujar Basilius Oybur menjelaskan.

Basilius Oybur mengatakan, jika kliennya dipaksa untuk membuat surat penguduran diri, namun tidak dipenuhi oleh kliennya, dikarenakan merasa belum ada pembuktian terkait tuduhan yang diarahkan, karena merasa tidak melakukan pelanggaran kode etik maupun AD/ART seperti yang di tuduhkan,”terangnya.

Menurut Basilius Oybur,”terkait adanya tuduhan pelanggaran kode etik dan AD/ART, serta tuduhan rangkap jabatan itu tidak benar dan merupakan fitnah terhadap kleinnya.

“Justru pelanggaran kode etik dan AD/ART dilakukan oleh oknum pengurus yang telah memberhentikan kliennya tanpa prosedural, bahkan pengurus reposisi yang saat ini menjabat juga diduga ada beberapa yang merangkap jabatan sebagai ASN. Apakah rangkap jabatannya sebagai ASN tersebut memperoleh izin, serta sesuai dengan PP 53 Tahun 2010, terkait disiplin pegawai negeri sipil,”imbuhnya.

Sebagai kuasa hukum pihaknya akan melakukan upaya- upaya hukum terkait hak dan keadilan untuk kliennya. Dan saat ini Kasusnya juga sudah dilaporkan ke Polda Kalbar dan sedang didalam proses,”ucap
Basilius Oybur.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan upaya hukum lainya berupa gugatan perdata atas perbuatan dugaan melawan hukum yang dilakukan oleh oknum pengurus CU Lantang Tipo terkait proses pemberhentian kliennya.

” Untuk saat ini kliennya baru menerima surat pemberitahuan pemberhentian dan belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari pihak CU Lantang Tipo, sehingga pemberhentiannya juga dianggap belum sah,”pungkasnya.

Pihak CEO dan Ketua Pengurus Kantor Pusat CU Lantang Tipo ketika hendak di konfirmasi belum bisa ditemui dikarenakan sedang tidak berada ditempat. “mohon maaf, CEO dan Pengurus sedang tidak ada dikantor, sedang ada rapat di Pontianak,”ujar Security CU Lantang Tipo, Siahaan pada awak media, Jum’at (28/10/22).

(Dr).

%d blogger menyukai ini: