banner 120x600

Dalam 4 Hari, Satreskrim Polres Kubu Raya Berhasil Mengungkap 3 Kasus

banner 120x600

Kubu Raya, BorneOneTV.com – Dalam 4 hari (30 Oktober 2022 – 2 November 2022), Satreskrim Polres Kuburaya berhasil menemukan 3 kasus. Jenis kasus yang ditemukan yaitu perjudian jenis sabung ayam, perjudian jenis kolok-kolok, dan penganiayaan berat.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Jerrold H. Y. Kumontoy pada konferensi pers menjelaskan kasus yang pertama yaitu pada tanggal 30 Oktober 2022 jam 10.30, di Kebun Langsat Dusun Parit Banjar Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap Kuburaya, Satreskrim berhasil menangkap pelaku kejahatan. Adapun kejahatan yang dilakukan oleh pelaku adalah perjudian jenis sabung ayam.

Ia memaparkan kasus pertama terungkap berawal dari monitoring perjudian, dan terdengar informasi adanya kegiatan perjudian di lokasi tersebut. Tim langsung bergerak ke lokasi dan terbukti mereka sedang melaksanakan kegiatan tersebut, dan berhasil mengamankan pelaku berinisial Y dkk. Adapun dari hasil pengamanan TKP, kami berhasil mengamankan beberapa tersangka seperti M sebagai panitia penyelenggara sabung ayam, kemudian Y, M, T sebagai pemain sabung ayam. Adapun barang bukti yang diamankan yaitu 14 ekor ayam jago siap adu dengan kondisi 5 ekor mati, 9 ekor hidup, 1 timbangan, 12 tas plastik, uang taruhan Rp 1.220.000

“Modus operandinya berawal dari Y yang berperan sebagai penyelenggara sabung ayam, jadi mereka berjanji lewat handphone dan menentukan lokasi. Setelah itu mencari beberapa orang lain yang mempunyai ayam siap adu. Setelah itu menentukan lokasi yang aman dikarenakan mereka lokasinya pindah-pindah. Setelah itu mencari orang yang mempunyai ayam yang siap adu, berjanjilah mereka lewat handphone, setelah itu menentukan titik, dan akhirnya mereka melaksanakan judi sabung ayam,” imbuhnya

Ia juga menjelaskan adapun jenis yang dilaksanakan adalah ayam jago dengan dipasang pisau kecil (taji ayam), kemudian ayam ditimbang sesuai berat, setelah itu uang taruhan dan ada gelangggang dari sabung ayam tersebut. Dan untuk menentukan siapa pemenang sabung ayam, nanti ayam yg kalah harus sampai mandi. Itulah modus operandi tersebut. Dalam aktivitas tersebut, panitia penyelenggara meraup keuntungan 100-300rb setiap harinya.

“Terkait masalah kasus ini, para tersangka (penyelenggara) kita tersangkakan dengan Pasal 303 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun atau denda sebanyak-banyaknya 25 juta, sedangkan bagi pemasang taruhan kita kenakan Pasal 303 bis ayat (1) ke 1 dan 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun atau denda 10jt.” Tutupnya.

Kapolres juga menjelaskan, kasus yang kedua juga sama dengan kasus pertama, yaitu perjudian. Tetapi perjudian pada kasus ini yaitu perjudian jenis kolok-kolok.

“Pada tanggal 31 Oktober jam 01.53, tim Reskrim mendapatkan laporan adanya aktivitas perjudian di di pentas bekas acara pernikahan di Dusun Sui Udak Hulu, Kecamatan Sui Rengas, Kubu Raya,” paparnya

Ia mengatakan Tim Reskrim langsung meluncur ke TKP dan berhasil menangkap S dan Y yang sedang melakukan aktivitas perjudian. Hasil pengamanan TKP, ada 3 orang yang masih dalam pencarian, yaitu E, M, dan D, dimana pas di lokasi mereka melarikan diri. Selanjutnya barang bukti yang diamankan yaitu ada 1 lembar lapak kolok-kolok, 3 buah dadu kolok-kolok, 1 buah hak kolok-kolok, dan uang taruhan sebesar Rp 1.283.000. Dalam aktivitas tersebut, bandar mendapatkan keuntungan 100-200rb setiap harinya.

“Modus operandi dari perjudian ini hampir sama dengan kejadian sebelumnya. Adapun pasal yg dikenakan sama dengan kejadian sebelumnya.” tutupnya.

Kapolres mengatakan, kasus yang terakhir ini yaitu kasus penganiayaan berat.

“Pada tanggal 2 November 2022 jam 22.00 di depan rumah sdr. Akang yang beralamat di Sui. Kakap, Kubu Raya telah terjadi penganiayaan kepada sdr. Akang yang dilakukan oleh tersangka M dengan cara menebas menggunakan parang di pipi kiri, lengan kiri, dan kepala belakang beserta telinga sehingga korban mengalami luka parah dan dibawa ke RS Soedarso untuk mendapatkan perawatan insentif,” paparnya

Ia menjelaskan bahwa modus operandi berawal dari M dan korban sedang minum-minuman keras, setelah itu terjadi percecokan. Setelah percecokan, tersangka pulang ke kapal dikarenakan tersangkabberprofesi sebagaibnelayan, dan disitu dia mengambil pisau dan pulang untuk mencari kelompok yang ribut. Tetapi disaat perjalanan, tersangka menemukan korban A, yg dimana A memarah-marahi & memaki-maki korban, sehingga tersangka langsung menebas korban dan korban langsung pingsan seketika dan tersangka langsung melarikan diri.

Selanjutnya, dari kejadian itu, masyarakat yang melihat langsung melaporkan ke Polsek Sui Kakap. Dari Polsek Sui Kakap menurunkan tim reskrim dan langsung mengamankan tersangka. Setelah mengamankan tersangka, kita langsung melaksanakan olah TKP dan berhasil mengamankan baju dan celana korban.

“Pasal yang digunakan kepada tersangka yaitu Pasal 351 ayat (2) sub pasal 351 ayat 1 KUHP dengan pidana penjara 5 tahun.” tutup Kapolres sekaligus mengakhiri Konferensi Pers.

( Paganda)

%d blogger menyukai ini: