Diduga Berselingkuh dan Terlantarkan Anak, DN Dilaporkan Istrinya Vivy Suryanti Ke Polda Kalbar

banner 120x600

Foto: Vivy Suryanti didampingi kuasa hukumnya Dwi Joko Prihanto,S.H.,M.H.,CIL, melaporkan suaminya di Polda Kalbar.

Pontianak,borneonetv.com– Merasa telah ditelantarkan selama dua tahun oleh suaminya, Vivy Suryanti (26) dengan didampingi kuasa hukumnya Dwi Joko Prihanto,S.H.,M.H.,CIL melaporkan suaminya DN ke Polda Kalbar, pada hari Jum’at, (23/12/2022).

Kuasa hukum Dwi Joko Prihanto mengatakan, kliennya Vivy membuat laporan polisi terkait penelantaran anak yang dilakukan oleh suaminya DN, selama kurang lebih dua tahun. “Sebagai seorang kepala keluarga, seharusnya DN bertanggung jawab penuh dalam memberikan nafkah lahir, maupun nafkah batin untuk anak dan istrinya.”ucap Dwi Joko Prihanto.

Dwi Joko menambahkan, bahwa kliennya Vivy merupakan seorang ibu rumah tangga yang menikah secara resmi di salah satu gereja dan tercatat di pencatatan sipil. Menurut pengakuan klienya, setelah menikah mereka tinggal di rumah mertuanya. Namun, selama berumah tangga dan tinggal dirumah mertuanya, klienya Vivy tidak pernah merasakan adanya kebahagiaan, serta merasa tertekan oleh perlakuan dari suami, maupun pihak dari keluarga suaminya.

“Dan pada puncaknya, terjadilah pertengkaran dengan suaminya dan membuat kliennya akhirnya memilih untuk tinggal sementara di rumah orang tuanya.”terangnya.

Lanjut kata Dwi Joko, selama klienya tinggal di rumah orang tuanya, suaminya tidak memberikan perhatian dan tanggung jawabnya layaknya seorang suami terhadap anak dan istrinya.

“Selama kurang lebih dua tahun anak dan istrinya diterlantarkan, tidak diberikan nafkah lahir maupun batin. Bahkan beberapa waktu lalu suaminya sempat dipergoki oleh adik dari kliennya sedang berduaan bersama wanita lain di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Kota Pontianak.”jelasnya.

Sebagai ibu rumah tangga yang menikah secara resmi, sesuai undang- undang No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan, kliennya tentu berlindung di bawah undang- undang dan aturan hukum yang berlaku. Kliennya berharap agar proses penangan kasusnya dapat terus berlanjut, serta dapat memperoleh keadilan.”pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: