banner 120x600

Merasa Di Beda-bedakan. Kakak tiri nekat Culik Adik Tiri yang masih berusia 3 Bulan

banner 120x600

Singkawang – Jajaran sat Reskrim polres singkawang berhasil mengungkap pelaku penculikan terhadap bayi yang berusia 3 bulan yang terjadi di kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah pada tanggal 23 Desember 2022 lalu.

Dari hasil pengungkapan. Polisi berhasil mengamankan pelaku berinisial TD yang merupakan kakak tiri bayi dari hasil pernikahan pertama korban bernama effa.

Kasat Reskrim polres singkawang AKP Sihar Binardi Sihagian mengatakan. Penangkapan pelaku berdasarkan laporan korban effa yang menyatakan bayi miliknya Hilang di bawa kabur orang tak di kenal pada pukul 1.30 Wib pada tanggal 23 Desember 2022 lalu.

“Berdasarkan laporan tersebut. Pada pukul 6.00 Wib. Anggota polsek barat mendapat laporan bahwa di Kecamatan Singkawang Barat di temukan seorang bayi. Setelah Di lakukan pengecekan ternyata benar bayi tersebut merupakan bayi pelapor yang sempat di nyatakan Hilang.” Terang kasat Reskrim polres singkawang AKP Sihar Binardi Sihagian. Kamis 29 Desember 2022.

Dari hasil penyelidikan. Polisi berhasil mengungkap pelaku penculikan yang terjadi pada tanggal 23 Desember lalu. Di mana pelaku merupakan kakak tiri dari bayi tersebut. Dari pernikahan pertama korban Effa.

“Pelaku merupakan kakak tiri bayi tersebut. berinisial TD yang masih berusia 15. Di mana TD anak dari hasil pernikahan pertama korban Effa.” Katanya.

Dari penyelidikan yang di lakukan Sat Reskrim polres singkawang. Pelaku nekat melakukan aksinya dengan membawa bayi tersebut menggunakan ojol lantaran cemburu atau iri hati lantaran merasa tidak di perhatikan oleh orang tua nya.

“Motif nya. Pelaku iri. Atau dengki lantaran orang tua pelaku kurang memberikan kasih sayang terhadap pelaku.” Katanya.

Dari kejadian tersebut. Polisi berhasil mengamankan barang bukti pakain pelaku saat melakukan aksinya. Gendongan bayi. Dan alat bukti lainya.

“Atas perbuatannya. Pelaku di ancam dengan pasal 83 ayat dua Junto 76F tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan paling singkat 3 tahun paling lama 15 tahun. Namun pelaku tidak di tahan. Lantaran masih di bawah umur. Dan pelaku juga masih kerabat korban. Dan korban akan mencabut laporan polisi.” Jelasnya.

Sementara itu. Ayah tiri pelaku Tomy mengaku tak menyangka TD melakukan hal senekat itu.

Dirinya mengatakan. Selama ini dirinya bersama sang istri yang bernama Effa tidak pernah membandingkan anatara anak dari pernikahan pertama sang istri dan bayi dari pernikahan dirinya bersama effa.

“Tidak menyangka dirinya (TD) Senekat itu. Padahal kami tidak pernah membandingkan mereka.” Kata Tomy.

Dirinya mengaku atas kejadian tersebut. Dirinya bersama sang istri merasa syok dan trauma.

“Hingga kini saya dan istri saya masih trauma. Mendengar anak bayi saya menangis saja istri saya langsung terbangun.” Katanya.

Namun demikian. Dirinya bersama sang istri berencana akan mencabut laporan tersebut.(Twh)

%d blogger menyukai ini: