banner 120x600

Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan Milik Warga Eks Pos Babinsa Entikong Kembali Disidangkan

banner 120x600

foto: Sidang Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan Milik Warga Eks Pos Babinsa Entikong, di PN  Kelas II Sanggau, Kamis (12/1/2023).

Sanggau,BorneOneTV– Kasus gugatan perkara perdata dugaan perbuatan melawan hukum, penyerobotan lahan milik ahli waris Ernawati (58) yang pernah digunakan untuk Pos Babinsa Entikong Kembali di sidangkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Sanggau, pada (12/1/2023).

Sidang gugatan perdata perkara nomor 53, antara ahli waris Ernawati (58) sebagai penggugat dengan para tergugat tergugat I Dulloh (55) dan tergugat II Sutejo (40), dengan didampingi masing- masing kuasa hukum penggugat dan kuasa hukum tergugat,

Sidang gugatan perdata perkara nomor 53 digelar terbuka untuk umum dengan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Eliyas Eko Setyo, S.H.,M.H., dengan didampingi oleh 2 (dua) Hakim Anggota dan 1 (satu) orang Panitera dengan agenda menghadirkan penggugat Ernawati dan para tergugat I Dulloh dan tergugat II Sutejo, dengan didampingi kuasa hukum dari masing- masing penggugat, maupun kuasa hukum tergugat l dan II.

Selanjutnya bedasarkan Peraturan Mahkamah Agung RI nomor 1 tahun 2016 tentang prosedur mediasi melalui pengadilan, maka kedua belah pihak diberikan kesempatan oleh Ketua Majelis Hakim Eliyas Eko Setyo untuk difasilitasi melakukan penyelesaian melalui mediasi di luar pengadilan.

Hasil sidang mediasi yang dilakukan pada Kamis (12/1), menurut Kuasa hukum penggugat Drs.Basilius Oybur, S.H.,M.H., mengatakan, bahwa masing- masing pihak diarahkan dan diminta untuk membuat resume dari gugatan perdata kasus sengeketa lahan perkara no 53 dengan diberi batas waktu selama dua pekan.

“Dan apabila nantinya tidak ada kesepakatan damai, maka sidangnya akan dilanjutkan ke pokok perkara.”Terangnya.

Lanjut kata Basilius Oybur, bahwa pihaknya memiliki bukti yang cukup terkait asal usul dan bukti kepemilikan tanah. Bahkan pihaknya memiliki bukti terkait adanya dugaan pemalsuan tanda tangan kliennya Ernawati.”Ungkapnya.

Foto: Arsinah Sumitro (kanan), Basilius Oybur (tenggah), Ernawati (kiri) usai sidang di PN Kelas II Sanggau, Kamis (12/1).

Secara terpisah, Arsinah Sumitro, Pendiri Yayasan Anak Bangsa yang ikut memberikan dukungan dan pendampingan terhadap ahli waris pemilik tanah Ernawati (58) mengatakan, bahwa dirinya sudah lama ikut mendampingi ahli waris dalam melakukan pengumpulan bukti- bukti terkait tanah milik orang tuanya yang dulunya dipinjamkan sementara untuk Pos Babinsa Entikong.

“Saya tahu persis sejarah tanahnya, karena saya sudah 23 tahun di Entikong.”Tuturnya.

Arsinah menambahkan, dirinya merasa prihatin terhadap ahli waris Ernawati yang memiliki keterbatasan pendidikan dan pengetahuannya, sehingga dirinya merasa terpanggil untuk membantu permasalahan yang sedang dihadapi, melalui prosedur dan hukum yang berlaku.

Meskipun sempat dilarang oleh oknum untuk membantu Ernawati, saya tidak perduli dan tetap mendampingi beliau yang merupakan seorang ibu janda yang haknya sudah dirampas, sehingga tidak bisa berjualan lagi, saya merasa kasihan. Jadi saya berjuang memang untuk beliau, bukan untuk kepentingan saya. Karena beliau tidak memiliki uang untuk berperkara, saya berusaha untuk membantu memfasilitasinya.” Ucap Arsinah.

Arsinah juga mengungkapkan, perjuangan dalam membantu hak tanah milik ahli waris Ernawati mengalami banyak kendala dan hambatan, bahkan dirinya sempat akan di laporkan ke Polisi oleh salah satu oknum yang mendatangi dan mengatakan langsung kepada anak saya akan melaporkan saya terkait pencemaran nama baiknya.”Ungkapnya.

Saya berharap agar perkaranya dapat diselesaikan melalui prosedur dan hukum yang berlaku dengan seadil- adilnya.

“Kalau nanti hasil keputusan nya tidak adil, saya akan tetap perjuangkan untuk menghadap dan mengadukan kasusnya ke Panglima TNI.”Pungkasnya.

Sementara dari Pihak tergugat 1, maupun tergugat II enggan untuk memberikan komentar saat hendak diwawancarai oleh awak media. (dr).

 

%d blogger menyukai ini: