banner 120x600

Terpanggil Membawa DAD Provisi Kalbar Lebih Maju dan Bermartabat, Yohanes Nenes Maju Sebagai Bakal Calon Ketum

banner 120x600

Pontianak,BorneOneTV– Musyawarah VI Dewan Adat Dayak (DAD) Provisi Kalimantan Barat secara resmi dibuka oleh wakil Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan dengan ditandai pemukulan gong, Jum’at (20/01) di Star Hotel, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

Musyawarah VI DAD Provinsi Kalimantan Barat yang direncanakan berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 20- 21 Januari 2023 dengan agenda diantaranya, pembukaan Musyawarah IV DAD, sidang pleno laporan pertanggung jawaban pengurus DAD Provinsi Kalbar periode 2017-2022, penjaringan bakal calon Ketum dan penetapan bakal calon Ketum, serta pemilihan Ketum dan penetapan Ketum DAD terpilih.

Salah satu asli putra Dayak Kalbar yang merasa terpanggil untuk memajukan masyarakat adat Dayak, Yohanes Nenes, S.H. akan maju sebagai bakal calon Ketua Umum DAD Provinsi Kalbar.

Yohanes Nenes mengatakan pencalonannya murni karena terpanggil untuk majukan masyarakat adat Dayak, khususnya di Kalimantan Barat.

“Bersama- sama membangun kelembagaan DAD agar tidak liar dan bermartabat, supaya bisa lebih berkembang dan disegani.”Ujarnya.

Nenes berharap, DAD kedepan bisa mendudukan hukum adat pada porsinya, khusunya yang berkaitan dengan ketemenggungan, pasirah dan pangaraga dibawahnya. Menjatuhkan hukum adat itu harus pada porsinya, tidak boleh sesukanya, untuk itu dibutuhkan pengawasan dari DAD, karena ini menyangkut masyarakat luas, bukan hanya masyarakat adat saja yang kena, tapi masyarakat lainnya.

” Kalau saya terpilih, saya akan susun menteri- menteri dan kabinet-kabinet yang berkualitas, perwakilan dari setiap kabupaten harus muncul sebagai pengurus, kerena mereka lebih tau asal usul dan perkembangan di daerah masing- masing, apa saja yang dibutuhkan, sehingga bisa saling mengisi. Dan sacara tegas saya tidak akan membawa lembaga DAD kedalam ranah politik manapun.”Ungkap Nenes.

Ia juga berharap dalam Musyawarah VI DAD dapat berjalan lancar, aman, damai, tidak ada keributan. Jadi harus mengikuti aturan- aturan MUSDAT DAD yang ada.

Dalam MUSDAT DAD tidak boleh digiring ke ranah salah satu Gerbong partai politik manapun. Dan ditekankan seorang Calon Ketua umum DAD Prop Kalbar pendidikan nya minimal harus S.1, seperti pada MUSDAT DAD sebelumnya.

“Siapapun yang terpilih kedepannya harus mampu menahkodai DAD Provinsi Kalbar untuk lebih maju, disegani dan bermartabat.”Pungkasnya. (Dd).

%d blogger menyukai ini: