banner 120x600

Saling Lapor, Bantah Keterangan Habibi, ini Yang disampaikan Kadishub Sambas

banner 120x600

Sambas, BorneOneTV.com- Kadishub Kabupaten Sambas membantah telah terjadi dugaan Penganiayaan dilakukan oleh dirinya terhadap Nur Addin Habibi hingga berbuntut pelaporan dirinya di Polsek Pemangkat, Pemangkat, Sambas, Sabtu(11/2/2023).

Kadishub Kabupaten Sambas, Jalil Muhammad, Menyampaikan, perlu diluruskan kronologis peristiwa Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan saya selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten  Sambas, agar tidak menjadi simpang siur, seolah- olah saya yang melakukan penganiayaan, Pemangkat, Sambas, Sabtu (11/2/2023), ketika ditemui dikediaman nya.

karena pemberitaan dibeberapa media online yang mengatakan saya melakukan penganiayaan tidak lah benar sama sekali, Kronologis kejadian sebenarnya seperti ini, Sekira pukul 17.30 Wib saya dibonceng istri saya pulang dari membeli Batu 2/3 untuk kebutuhan merehap rumah saya menggunakan sepeda Motor, setibanya di belakang jalan Cemara menuju kediaman saya, Batu yang kami bawa tumpah, sehingga isteri saya memberhentikan Sepeda Motor, dan saya turun hendak memungut batu, tiba- tiba dari kejauhan saudara Habibi Berlari sambil berteriak woiii…kearah saya, entah apa maksud teriakannya itu, saya tidak tau maksudnya, Ungkap Jalil.

Setelah saudara habibi mendekati saya dan seketika itu saudara Habibi menarik baju saya sambil Mengacungkan jari telunjuk, mengatakan baru jadi Kadis perhubungan sudah kerewak ( Sombong), dalam dialeg bahasa daerah Sambas, Ungkap Jalil.

Saya berusaha untuk melepaskan cengkraman tangannya dari baju saya dan Menepis tangannya yang menunjuk- menunjuk tepan didepan saya.

Terjadi pertengkaran antara saya dan Habibi, dalam pertengkaran itu, saya bertanya, ada apa ini, lalu saudara habibi menjawab hebat benar kau mau menghentikan permainan Balon, dan saya jawab, ada izin Lokasi untuk permainan itu ngk, lagi pula tempat tersebut hendak disimpan material untuk pekerjaan peningkatan pembangunan terminal, jelasnya.

Saya menyampaikan kepada saudara Habibi, saya selaku Kadis Perhubungan Pengelola Asset terminal, bahwa tempat permainan itu saya pastikan belum ada mengantongi izin yang kami keluarkan baik secara tertulis maupun secara lisan, Panitia penyelenggara tidak pernah berkoordinasi kepada dinas perhubungan untuk melaksanakan acara di terminal.

Saudara habibi Terus menunjuk- nunjuk Saya dan mendorong saya, Sambil berkata kembali mengatakan bahwa saya Baru jadi Kadis saja sudah Sombong.

kemudian Dia Menantang saya Untuk Menghentikan permainan Lalu saya jawab Mana pemilik permainan sambil Menuju Lokasi permainan, Saya berjalan menuju lokasi dan saudara Habibi terus mengejar dan mendorong saya bahkan saudara habibi dari belakang hendak memukul saya dan tiba- tiba ada seseorang yang berusaha menghalangi tindakan habibi yang hendak menyerang saya, Kemudian datang Pemilik balon menghampiri saya dan saya sampaikan Bang besok permainan jangan d lokasi ini karna hendak d bangun, tapi saudara Habibi terus Mengancam saya dengan telunjuk dan menyampaikan kata kata, baru jadi Kadis saja sudah krewak (Sombong), lalu saudara habibi mengatakan kalau Berani kamu berani, hentikan panggung disana, lalu saya menjawab, saya sangat mendukung kegiatan hiburan dipentas sana, karena Tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan pembangunan Terminal, lalu kemudian saya di antar pulang oleh masyarakat kembali ke rumah, jelas Jalil.

Setelah Beberapa jam kejadian sekitar pukul 20.00 malam kamis saya langsung ke Polsek Pemangkat untuk melaporkan saudara Habibi yang telah Berencana melakukan percobaan penganiyaan serta Melakukan Penghinaan Terhadap jabatan dan Kehormatan saya serta melakukan hal yang tidak menyenangkan dan menyerang kehormatan istri saya selaku perempuan, karena disaat kejadian saudara habibi meneriaki saya di dekat istri saya,

Jadi saya perlu luruskan bahwa saya tidak pernah menyerang atau menghampiri saudara habibi dahulu, tetapi saudara habibi lah yang melakukan dan menghampiri saya sambil teriak- teriak sesuai dengan kronologis yang saya jelaskan dan kasus ini akan saya bawa ke proses hukum sampai pengadilan, Tutup Jalil.

(Dedi Anggara/ tim)

%d blogger menyukai ini: