banner 120x600

Entah siapa Yang Salah, Kadishub Sambas vs Advokat

banner 120x600

Sambas, BorneOneTV.com- Polemik pertikaian antara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas, Jalil Muhammad dengan Advocat Nur Addin Habibi sehingga berujung saling lapor ke Polsek Pemangkat, Sambas, Kalbar, Sabtu, ( 11/2/2023).

Pada 8 Februari 2023 sekitar pukul 17.30 WIB, Sempat terjadi pertikaian adu mulut antara Kadis Perhubungan, Jalil Muhammad dengan Advocat Nur Addin Habibi berujung sentuhan fisik. Kejadian berawal dari Arena Balon bermain anak-anak di acara Pergelaran Seni Musik dan Budaya di Terminal Pemangkat.

Nur Addin Habibi Menceritakan bahwa saat itu Kadis Perhubungan tengah membubarkan wahana anak-anak pada acara Pergelaran Seni Musik dan Seni Budaya Sambas di Terminal Pemangkat.

Pada 8 Februari 2023 sekitar pukul 17.30 WIB, Sempat terjadi pertikaian adu mulut dengan Kadis Perhubungan, Jalil Muhammad yang berujung sentuhan fisik, dan Pelecehan Profesi Advokat

Ketika itu, Jalil bersama temannya mendorong dada saya, lalu menarik kerah baju saya hingga kancingnya lepas, lalu dia mengatai saya pengacara abal-abal, sarjana hukum palsu dan hal lainnya, itu membuat saya sedih, profesi saya direndahkan dan terkesan menghina, ungkapnya.

Kuasa Hukum Korban, LIPI, SH, Menjelaskan, Kami Ke Polsek Pemangkat, telah Melaporkan Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sambas (JM), bahwa telah terjadi dugaan Penganiayaan dan Pelecehan Profesi Advokat, Pemangkat, Sambas, Sabtu (11/2/2023).

Kami telah selesai membuat laporan kepolisian atas tindakan tidak terpuji Kadishub kepada anggota Advokat tentang penganiyaan.

Dan laporan kami sudah diterima polsek Pemangkat, yang memenuhi tuduhan pasal 170 KUHP ditambah dengan perbuatan tidak menyenangkan serta pelecehan kepada profesi advokat, jelasnya.

Dia menjelaskan korban sudah memenuhi persyaratan pelaporan yang diminta oleh kepolisian dan sekarang sudah masuk tahap pemeriksaan.

Klien kami sudah diperiksa oleh kepolisian, kita tunggu proses hukumnya saat ini kami sedang mecari sebuah keadilan, terimakasih kepada Polsek Pemangkat,” jelas Lipi.

Setelah membuat laporan, Lipi menuturkan langsung membawa korban melakukan visum dengan hasil yang sesuai yang disampaikan kepada polsek Pemangkat.

Hasil visum di RSUD Pemangkat didapati memar dibagian dada pada klien kami yang mengeluh sesak nafas.

Kadishub Kabupaten Sambas, Jalil Muhammad, Membantah pernyataan Nur Addin Habibi, dan Menyampaikan, bahwa kronologis peristiwa

Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan saya selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupate Sambas, perlu diluruskan, Agar tidak menjadi simpang siur, seolah- olah saya yang melakukan penganiayaan, Pemangkat, Sambas, Sabtu (11/2/2023), ketika ditemui dikediaman nya.

karena pemberitaan dibeberapa media online yang mengatakan saya melakukan penganiayaan tidak lah benar sama sekali, Kronologis kejadian sebenarnya seperti ini, Sekira pukul 17.30 Wib saya dibonceng istri saya pulang dari membeli Batu 2/3 untuk kebutuhan merehap rumah saya menggunakan sepeda Motor, setibanya di belakang jalan Cemara menuju kediaman saya, Batu yang kami bawa tumpah, sehingga isteri saya memberhentikan Sepeda Motor, dan saya turun hendak memungut batu, tiba- tiba dari kejauhan saudara Habibi Berlari sambil berteriak woiii…kearah saya, entah apa maksud teriakannya itu, saya tidak tau maksudnya, Ungkap Jalil.

Setelah saudara habibi mendekati saya dan seketika itu saudara Habibi menarik baju saya sambil Mengacungkan jari telunjuk, mengatakan baru jadi Kadis perhubungan sudah kerewak ( Sombong), dalam dialeg bahasa daerah Sambas, Ungkap Jalil.

Saya berusaha untuk melepaskan cengkraman tangannya dari baju saya dan Menepis tangannya yang menunjuk- menunjuk tepan didepan saya.

Terjadi pertengkaran antara saya dan Habibi, dalam pertengkaran itu, saya bertanya, ada apa ini, lalu saudara habibi menjawab hebat benar kau mau menghentikan permainan Balon, dan saya jawab, ada izin Lokasi untuk permainan itu ngk, lagi pula tempat tersebut hendak disimpan material untuk pekerjaan peningkatan pembangunan terminal, jelasnya.

Saya menyampaikan kepada saudara Habibi, saya selaku Kadis Perhubungan Pengelola Asset terminal, bahwa tempat permainan itu saya pastikan belum ada mengantongi izin yang kami keluarkan baik secara tertulis maupun secara lisan, Panitia penyelenggara tidak pernah berkoordinasi kepada dinas perhubungan untuk melaksanakan acara di terminal.

Saudara habibi Terus menunjuk- nunjuk Saya dan mendorong saya, Sambil berkata kembali mengatakan bahwa saya Baru jadi Kadis saja sudah Sombong.

kemudian Dia Menantang saya Untuk Menghentikan permainan Lalu saya jawab Mana pemilik permainan sambil Menuju Lokasi permainan, Saya berjalan menuju lokasi dan saudara Habibi terus mengejar dan mendorong saya bahkan saudara habibi dari belakang hendak memukul saya dan tiba- tiba ada seseorang yang berusaha menghalangi tindakan habibi yang hendak menyerang saya, Kemudian datang Pemilik balon menghampiri saya dan saya sampaikan Bang besok permainan jangan d lokasi ini karna hendak d bangun, tapi saudara Habibi terus Mengancam saya dengan telunjuk dan menyampaikan kata kata, baru jadi Kadis saja sudah krewak (Sombong), lalu saudara habibi mengatakan kalau Berani kamu berani, hentikan panggung disana, lalu saya menjawab, saya sangat mendukung kegiatan hiburan dipentas sana, karena Tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan pembangunan Terminal, lalu kemudian saya di antar pulang oleh masyarakat kembali ke rumah, jelas Jalil.

Setelah Beberapa jam kejadian sekitar pukul 20.00 malam kamis saya langsung ke Polsek Pemangkat untuk melaporkan saudara Habibi yang telah Berencana melakukan percobaan penganiyaan serta Melakukan Penghinaan Terhadap jabatan dan Kehormatan saya serta melakukan hal yang tidak menyenangkan dan menyerang kehormatan istri saya selaku perempuan, karena disaat kejadian saudara habibi meneriaki saya di dekat istri saya,

Jadi saya perlu luruskan bahwa saya tidak pernah menyerang atau menghampiri saudara habibi dahulu, tetapi saudara habibi lah yang melakukan dan menghampiri saya sambil teriak- teriak sesuai dengan kronologis yang saya jelaskan dan kasus ini akan saya bawa ke proses hukum sampai pengadilan, Tutup Jalil. ( Bersambung)

(Dedi Anggara/ tim)

%d blogger menyukai ini: