banner 120x600

PMI-B Asal NTT yang Dideportasi Alami Depresi dan Terlantar, Pembina Flobamora NTT Harap Agar Ditangani Dengan Serius

banner 120x600

Pontianak,BorneOneTV – Nasib malang menimpa satu orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah asal provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Jonius Umbu Pakereng (28) yang di deportasi oleh pemerintah Malaysia bersama 261 PMI bermasalah lainya melalui ICQS Tebedu, Sarawak – PLBN Entikong, Kalimantan Barat pada 1 Maret 2023, pekan lalu.

Dengan menggunakan jasa travel, sebanyak 262 PMI-B dipulangkan dari PLBN Entikong dengan tujuan Kota Pontianak, namun Jonius Umbu Pakereng (28) bersama 7 orang PMI-B dari provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diturunkan di Bundaran Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Wakil Ketua Persatuan Warga Nusa Tenggara Barat (NTB) Juni Iswandi mengatakan, bahwa dari 8 orang yang dipulangkan Pemerintah Malaysia lewat Tebedu PLBN Entikong sempat tinggal dirumahnya sejak satu Minggu ini. Hal tersebut diketahuinya setelah 8 orang tersebut dijemputnya di Bundaran Ambawang, Kubu Raya pada 1 Maret 2023.

“Awalnya saya di telpon oleh salah satu keluarga dari 8 orang yang dipulangkan dari Malaysia untuk menjemput di Bundaran Ambawang bahwa mereka pulang dari Entikong ke Pontianak menggunakan jasa travel dan di turunkan di Bundaran Tugu Ambawang”kata Juni Iswandi dikutip pada Selasa, 7 Maret 2023.

Juni menambahkan, dari 8 orang PMI tersebut 1 orang diantaranya adalah warna Nusa Tenggara Timur (NTT) yang saat ini kondisinya mengalami depresi dan sudah berada di Selter Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat. Dia pun berharap Pemerintah memfasilitasi pemulangan terhadap Jonius Umbu Pakereng ke NTT.

 

“Saya sudah berusaha mendatangi kantor BP2MI dan kantor Dinas Sosial Provinsi Kalbar untuk koordinasi proses pemulangan Jonius Umbu Pakereng tapi belum ada solusinya. Saya berharap Instansi yang punya kewenangan segera memulangkan Jonius ke NTT,”tambahnya.

Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pontianak, Kalimantan Barat Fadzar Allimin mengatakan mengetahui adanya pemulangan 262 orang Pekerja Migran Indonesia dan warga Indonesia dari Malaysia ke Indonesia pada 1 Maret 2023.

“Saya mengetahui informasi tersebut satu hari sebelum proses pemulangan 262 PMI ini dan setelah tiba di Tebedu PLBN Entikong oleh petugas BP2MI langsung dilakukan pendataan yang kemudian di pulangkan ke daerahnya masing-masing. Cuman dari 262 orang yang di deportasi itu ada yang masih dalam proses dan ada yang sudah di pulangkan,”katanya.

Fadzar Allimin mengatakan, untuk proses pemulangan PMI-B tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Stakeholder lainya.

“Untuk proses pemulangan PMI-B ke daerahnya kami akan koordinasi dengan stakeholder,”ujarnya.

Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Provinsi Kalbar Rafika, mengatakan untuk proses pemulangan PMI-B saat ini bukan berada di Dinas Sosial Kalbar melainkan di BP2MI Pontianak. Karena menurut Rafika Dinsos Provinsi Kalbar tidak ada lagi anggaran untuk proses pemulangan PMI-B ke daerahnya.

“Untuk pemulangan PMI tidak di Dinsos lagi karena anggarannya tidak ada. Jadi silahkan bapak konfirmasi mengenai teknis pemulangan PMI ke daerah ke BP2MI Pontianak ,”ujarnya.

Pembina Flobamora Nusa Tenggara Timur (NTT) Kalimantan Barat Yohanes Bana merasa prihatin dengan nasib yang menimpa salah satu PMI-B asal NTT Jonius Umbu Pakereng (28) yang dideportasi namun tidak dipulangkan sampai ke kampung halamannya.

“Jonius Umbu Pakereng (28) justru mendapat bantuan dari warga Bima NTB dan mendapatkan tumpangan tempat tinggal sementara karena belum bisa pulang ke kampung halaman.”Terang Yohanes Bana.

Lanjut katanya, bahwa berkoordinasi dengan BP3MI Pontianak terkait permasalahan penanganan dan pemulangan PMI-B asal NTT Jonius Umbu Pakereng. Pihak BP3MI Pontianak menyarankan untuk berkoordinasi dengan pihak Dinsos Provinsi Kalbar.

“Kemudian setelah saya berkoordinasi dengan pihak Dinsos Provinsi Kalbar bahwa urusan deportasi bukan kewenangan Dinsos, itu merupakan kewenangan dari BP3MI. Hal tersebut membuat saya jadi merasa bingung, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab terkait pemulangan PMI yang dideportasi hingga sampai ke kampung halamannya.”Ujar Yohanes Bana.

Yohanes Bana berharap kepada pihak Dinsos Provinsi kalbar dan BP3MI Pontianak bisa menangani dengan serius penanganan dan pemulangan dari PMI asal NTT yang terlantar.”Tutupnya.(Dodi).

 

%d blogger menyukai ini: