banner 120x600

Warga Dusun Sebongkup Sanggau Berharap PT. Satria Pratama Mandiri Bisa Memperbaiki Perekonomian Wilayahnya

Warga Dusun Sebongkup Desa Nanga Biang Kab Sanggau Kalimantan Barat, berharap kehadiran PT Satria Pratama Mandiri bisa memperbaiki perekonomian warga. Hal ini di katakan warga di Keraton Negara Sanggau ( 04/09/2023). Foto: borneonetv.com/ist
banner 120x600

Sanggau, borneonetv.com – Dusun Sebongkup yang merupakan bagian dari Desa Nanga Biang Kecamatan Kapuas kabupaten Sanggau Kalimantan Barat merupakan salah satu desa yang juga termasuk dalam wilayah kerja operasi penambangan PT. Satria Pratama Mandiri (SPM) seluas 8045 hektar, yang mencakup darat, sungai dan bukit. Izin yang dikantongi PT. SPM, mencakup emas dan mineral pengikut (DMP). Terkait hal tersebut PT. SPM mengadakan sosialisasi tersebut di rumah kepala dusun Sebongkup, dihadiri oleh Kepala Desa, unsur perangkat desa, BPD, ketua RT, tokoh adat, tokoh agama dan kelompok masyarakat setempat, minggu (03/09/20230).

Manager PT. Satria Pratama Mandiri, Yanto, menjelaskan, sosialisasi yang dilaksanakan di Dusun Sebongkup merupakan langkah awal perusahaan untuk memulai aktifitas tambang emas di walayah tersebut.
“Sebelum memulai pekerjaan selanjutnya, kita mencoba berkoordinasi dengan warga Dusun Sebongkup. Meski masuk dalam wilayah izin PT. SPM, kita juga harus berkoordinasi oleh warga setempat,” ujar Yanto.

Lebih lanjut Yanto mengatakan PT. SPM juga telah bersepakat kepada warga disana terkait penyaluran CSR yang nantinya akan di salurkan secara bertahap.
” Ada 4 permintaan warga disana terkait CSR PT. SPM, yang pertama penyediaan air bersih melalui sumur bor, jalan dusun, jaringan listrik dan rumah sekolah PAUD, yang semua itu kita sudah sepakati bersama dengan warga disana. Dan penyaluranya akan kita lakukan secara bertahap, di mulai. dengan penyaluran sumur air bersih dulu,” sambung Yanto.

Sementara itu Kepala Dusun Sebongkup, Viktor, pada hari Senin (04/09/2023) siang mengatakan dari hasil pertemuan dan sosialisasi pihak PT. SPM dan warga Dusun Sebongkup beberapa hari yang lalu, seluruh warga Dusun Sebongkup menerima dan mendukung PT. SPM beroperasi di wilayah Dusun Sebongkup.
”PT. Satria Pratama Mandiri bersedia membantu masyarakat dusun untuk menyediakan sumur air bersih dibeberapa titik dan membantu jaringan listrik masuk ke dusun kami, dan membangun jalan dusun serta bangunan PAUD buat dusun kami,” jelasnya di Keraton Surya Negara Sanggau .

Kadus Sebongkup berharap dengan adanya perusahan tambang emas yang memiliki izin resmi, warganya dapat ikut bekerja di PT. SPM dan mengurangi angka pengangguran di wilayahnya.
”Dusun kami sangat tertinggal, kami sampai saat ini belum merasakan listrik masuk ke dusun kami, dengan adanya perusahaan PT. SPM di dusun kami berharap ada kemajuan dan saya berharap pihak PT. SPM dapat merealisasikan apa yang mereka janjikan kepada kami,” harapnya.

Sesuai Peraturan Pemerintah tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 74 ayat (4) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Persoalan krusial tersebut adalah (a) batasan atau luas lingkup perseroan yang wajib melaksanakan TJSL (b) sinkronisasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang mengatur substansi TJSL (c) sanksi hukum bagi perusahaan yang tidak melaksanakan TJSL, dan (d) keterkaitan antara TJSL dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang khusus berlaku untuk perusahaan berupa BUMN.

Sementara itu juga dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas Bumi (“UU 22/2001”). Kegiatan usaha hulu yang dilaksanakan oleh Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap berdasarkan Kontrak Kerja Sama dengan Badan Pelaksana wajib memuat ketentuan-ketentuan pokok yang salah satunya adalah ketentuan mengenai pengembangan masyarakat sekitarnya dan jaminan hak-hak masyarakat adat (Pasal 11 ayat (3) huruf p UU 22/2001).

Selain itu dalam Pasal 40 ayat (5) UU 22/2001 juga dikatakan bahwa Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap yang melaksanakan kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi (kegiatan usaha hulu dan kegiatan usaha hilir) ikut bertanggung jawab dalam mengembangkan lingkungan dan masyarakat setempat. [Tim]

%d blogger menyukai ini: