banner 120x600

Tak kantongi ijin ?  THM Ritual bebas beroperasi, Pemda Sintang tutup mata dan tidak adil dalam Gakum

banner 120x600

Sintang, BorneOneTV.com, Aksi aliansi peduli masyarakat Sintang beberapa waktu lalu menuntut Pemda Sintang untuk menutup salah satu tempat hiburan malam di kota Sintang, permintaan aliansi tersebut mendapat respon positif dari Pemda Sintang.

Beberapa tokoh masyarakat Sintang menyambut baik atas penutupan tempat hiburan malam yang ada di kota Sintang, namun sangat di sayangkan mengapa hanya Angel yang di tutup sementara tempat hiburan malam di kota Sintang menjamur salah satunya adalah ritual yang beralamat di jalan lingkar wisata sampai saat ini masih bebas beroperasi.

Saat anggota polres Sintang melakukan razia gabungan yang terdiri dari BNN, TNI serta POL PP pada tanggal 16/08/2023 malam Minggu di ritual di temukan dua pengunjung yang di nyatakan positif mengunakan narkoba sesuai test yang di lakukan oleh BNN, hal tersebut patut di duga kalau ritual juga menjadi salah satu tempat perederan narkoba di kota Sintang.

Saat awak media melakukan investigasi langsung ke lapangan di dapati pengunjung ritual kebanyakan anak di bawah umur, hal tersebut tentu tidaklah baik untuk para generasi muda, di mana letak vokalnya aliansi peduli masyarakat sintang kok hanya angel yang di minta untuk tidak beroperasi sementara tempat lain masih bebas beroperasi..?

Sementara saat awak media menanyakan soal perijinan yang di miliki oleh Ritual ke dinas satu pintu, Ibu Zubaidah mengatakan bahwa memang pernah management ritual mengajukan ijin ke DPMPTSP tapi masih secara manual cuma sebatas ijin mendirikan bangunan ( IMB ) atau persetujuan bangunan gedung ( PBG ) kalau untuk ijin restoran, karoeke dan bar belum kita temukan di data base yang kita miliki, ujar Zubaidah.

Sementara menurut pakar hukum pidana yakni Dr ( c )FX nikolas S.H, M.H saat di tanya awak media terkait langkah yang di ambil oleh Pemda sintang yang hanya menutup salah satu tempat hiburan saja sementara yang lain masih bebas beroperasi ” kita harus mengunakan prinsip egalitarisme equality before the law, kalau atas dasar tersebut maknanya bahwa penegak hukum ( pol pp ) harus adil dalam penegakan hukum tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum, sepanjang aturannya ada, pelanggarannya ada mau berizin atau tidak berizin sepanjang ada aturan penegak hukum memiliki kewajiban menegakkan hukum, jangan pilih kasih dong, ujar Niko.

Wakil bupati sintang saat di konfirmasi ( 07/09/2023 ) mengatakan bahwa tempat hiburan malam lainnya akan menyusul, namun

tentunya kita akan cek semua ijin ijin tempat hiburan malam di sintang sehingga akan di berlakukan sama bila tidak memenuhi persyaratan yang berlaku. Pemda Sintang akan memberikan sosialisasi dan penertiban bersama tanpa terkecuali nanti setelah kami melakukan pertemuan dengan aliansi, Kapolres serta Dandim, ujar melkianus

Terkait masih beroperasinya THM ritual menurut salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya, jangan heran bang ritual di back up oleh APH maka tak tersentuh hukum, benarkah THM ritual di bekengi APH..? Kita tunggu keseriusan Pemda Sintang bersama tim APH untuk menertibkan semua THM malam di kota Sintang, sehingga tidak ada indikasi pilih kasih. ( Yusri )

( bersambung)

%d blogger menyukai ini: