Pontianak, borneonetv.com – Beberapa tamu dari acara Rakerda, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) di duga dikeluarkan secara sepihak oleh pihak hotel tempat mereka menginap, Pontianak, Jumat (8/12/2320).
Saat dikonfirmasi awak media, beberapa tamu dan artis merasa kecewa tentang pelayanan salah satu hotel bintang 4 di Pontianak ini.
Mandala Shoji, aktor, pembawa acara dan politikus Indonesia yang juga diminta untuk menjadi MC di acara rakerda tersebut juga merasa kecewa atas kejadian tersebut.
“Kita lagi ada acara rakerda Apersi DPD Kalbar di Hotel Golden Tulip, kita sudah booking kamar itu 2 hari, udah kita kasi DP, udah kita konfirmasi, nah pas hari pertama waktu saya lagi MC, tiba tiba saya mau ke kamar dan minta kunci, pihak hotel bilang kuncinya udah tidak bisa di ambil, terus barang pribadi saya sudah dikeluarkan,” kata Mandala.
Ia juga menerangkan bahwa pihak hotel tidak ada konfirmasi tentang hal tersebut.
“Biasanyakan kalau hotel, mau check out harus konfirmasi dulu, kita udah booking 2 hari bahkan ada yang 3 hari dan udah dicatat malah tiba tiba dikeluarkan sepihak tanpa konfirmasi,” ucap Mandala beserta rombongan.

Selanjutnya, pihaknya juga sangat kecewa karena barang barangnya dikeluarkan pihak hotel dengan cara digabungkan dengan barang yang kotor.
“Pakaian kotor dan pakaian bersih ditumpuk dalam 1 kantong, dan termasuk juga ada sepatu sepatu yang digabung dengan pakaian, dari pihak hotel juga tidak ada konfirmasi ke kami, kami sangat dirugikan sekali dan kecewa dengan pelayanan hotel golden tulip,” sambung peserta rakerda Apersi lainnya.
Diketahui bahwa peserta kegiatan rakerda Apersi Kalbar dihadiri oleh sekitar 300 peserta dan beberapa peninjau dari Apersi provinsi lainnya termasuk Pengurus Pusat Apersi Jakarta.
“Yang kita sayangkan itu, kita sudah dapat konfirmasi dari pihak hotel dan kita sudah ngomong ke hotel bahwa kita stay 2 hari, jadi tidak hanya 1 hari. Tapi tetap mengeluarkan barang tanpa seizin pemilik,” terang seorang peserta rakerda iru
“Kami minta kompensasi ke pihak hotel, kerugian materiil dan immateril. Kami minta 5 milyar kalau tidak, kita tuntut ke pengadilan,” tegas rombongan Apersi.
Sementara itu selebgram dan juga salah satu caleg partai peserta pemilu Kalbar 2024, Kamiludin, juga menyayangkan kejadian tersebut bisa terjadi di Hotel Golden Tulip Pontianak.
“Saya selaku masyarakat Kota Pontianak, menyayangkan kejadian ini bisa terjadi karena saya merasa kaget saat sama sama sedang MC di acara tersebut melihat tamu Apersi di usir saat lagi MC, kok bisa terjadi. Padahal jelas ini acara nasional. Harapan kita kedepannya ini tidak terjadi lagi dan mudah mudahan ini bisa diselesaikan oleh pihak management,” ujar Kamiludin yang juga di kenal sebagai Kamil Onte
Tanggapan Pihak Hotel Golden Tulip
Sementara itu saat dikonfirmasi awak media Sabtu 9 Desember 2023, pihak hotel membantah atas kejadian tersebut.
HRD Hotel Golden Tulip, Hendra tidak membantah kejadian tersebut, menurutnya hanya terjadi kesalahpahaman
“Kita gak ada ya ngeluarkan secara sepihak, cuman miss komunikasi saja dengan pihak panitia. Terkait dengan kompensasi saya belum tau, kalau barang yang rusak saya belum tau yang rusak apa,” kata Hendra kepada awak media (9/12/23)
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya mendata di tabel reservasi tamu yaitu selama 1 hari.
“Kami mendapatkan list data kegiatan itu dari panitia dan data itu banyak di revisi, kami hanya mengambil data yang terakhir dari hasil revisi untuk di input ke sistem,” tutupnya. [DB]