banner 120x600

Bareskrim Akui Dito Mahendra Anggota Perbakin

Direktur Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro memberikan keterangan kepada awak media terkait pelimpahan berkas perkara kepemilikan ilegal sejumlah senjata api milik MDS ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan (Jaksel), di Gd Bareskrim Mabes Polri, Kamis (21/12/2023). Foto: borneonetv/Adang.
banner 120x600

Jakarta, borneonetv.com – Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas perkara dan tersangka Dito Mahendra ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan (Jaksel) terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal

Direktur Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro menjelaskan, dalam perkara ini unsur yang terpenuhi adalah menguasai dan memiliki 9 senjata api dan amunisi yang diperkirakan nilainya hingga diatas Rp. 2 Milyar .
“Tersangka diketahui mempunyai hobby menembak dan terdata sebagai anggota Perbakin. Namun, kepemilikan senjata api harus ada izin, kami berupaya untuk mengembangkan asal usul senjata tersebut,” ujar Djuhandhani kepada awak media di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (21/12/2023).

Direktur Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro menunjukkan sejumlah barang bukti senjata api yang di dapat dari penggeledahan di kantor dan kediaman MDS kepada awak media di Gd Bareskrim Mabes Polri, Kamis (21/12/2023). Foto: borneonetv/Adang.

Sembilan senpi itu adalah pistol Glock 17, Revolver S&W, pistol Glock 19 Zev, pistol Angstatd Arms, senapan Noveske Refleworks, senapan AK 101, senapan Heckler and Koch G 36, pistol Heckler and Koch MP 5, dan senapan angin Walther.

Kuasa Hukum MDS, Deolipa Yumara, SH, S.Psi menunjukkan surat kuasa dari MDS untuk melakukan pendampingan hukum atas kasus yang menjeratnya, Kamis (21/12/2023). Foto: borneonetv.com/Adang.

Ditempat yang sama, Kuasa Hukum MDS, Deolipa Yumara, SH, S.Psi mengatakan, perkara yang menimpa MDS sudah mencapai P21 dan akan di limpahkan ke Kejaksaan. Dijelaskannya, MDS memang hobby dengan menembak, bahkan bergabung dengan sebuah klub menembak. Belakangan ini, kliennya disangkakan atas kepemilikan senjata api ilegal, namun demikian ia belum mengetahui sumber senjatanya dari mana.
“Soal kepemilikan senjata, semuanya akan terbuka di Pengadilan Negeri nanti. Sebagai kuasa hukum, kami akan melakukan pembelaan dengan dasar bukti-bukti yang ada,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: