banner 120x600

Peduli Nasib PMI, Arsinah Sumitro Raih Penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award 2023.

banner 120x600

Jakarta,BorneOneTV– Aktivis yang juga Pendiri Yayasan Peduli Anak Bangsa Entikong, Arsinah Sumitro meraih penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award (HWPA) 2023, di Jakarta, Jumat 26 April 2024.

Yayasan Peduli Anak Bangsa yang didirikan oleh Arsinah Sumitro pada Tahun 2021 telah banyak memberikan kontribusi besar dalam membantu para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bermasalah, khusunya yang bekerja di wilayah Kucing, Serawak Malaysia.

Kepedulian Arsinah Sumitro kerena didorong panggilan hati melihat banyaknya PMI yang menjadi korban pelecehan. Terdapat delapan kasus yang dibantu oleh Arsinah dengan melakukan pendampingan sosial, pendampingan hukum, hingga membantu anak putus sekolah.

Atas kepeduliannya, warga Entikong, Kabupaten Sanggau, Propinsi Kalimantan Barat tersebut mendapatkan apresiasi dan penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award (HWPA) 2023 dari Kementerian Luar Negeri, kategori Masyarakat Madani.

 

Menlu RI Retno Marsudi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pemenang atas kontribusinya dalam memberikan perlindungan WNI.

“Malam hari ini kita kembali berkumpul untuk memberikan apresiasi kepada para insan pelindung warga negara Indonesia yang bergerak atas nama kemanusiaan, dan bekerja keras tanpa lelah, tanpa batas, beyond their call of duty. Kontribusi positif mereka senantiasa turut menyokong prioritas diplomasi Indonesia selama satu dekade terakhir,” kata Menlu Retno.

“Saya ucapkan selamat dan terima kasih atas semangat, peran aktif dan ketulusan para penerima HWPA dalam upayanya memberikan pelindungan kepada para WNI di luar negeri. Kiprah Ibu Bapak para penerima HWPA 2023 memotivasi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa,” tambahnya.

Menlu menyampaikan bahwa tantangan pelindungan WNI ke depan semakin kompleks, mulai dari bencana alam, konflik bersenjata, hingga perkembangan modus kejahatan transnasional yang semakin canggih. Jumlah kasus WNI di luar negeri kian meningkat dari waktu ke waktu, dari 35.149 kasus pada 2022 menjadi 53.598 pada 2023, atau naik lebih dari 50% dalam setahun.

Sepanjang 2023, repatriasi 1.119 WNI berhasil dilakukan dari berbagai situasi darurat, termasuk dari zona konflik dan bencana alam. Selain itu, terdapat peningkatan tren kejahatan perdagangan orang terkait online scam di kawasan. Sejak 2021, sebanyak 3.428 WNI menjadi korban kasus online scam.

“Penting bagi kita untuk bekerja sama dan memastikan agar kawasan kita tidak menjadi safe haven bagi para pelaku TPPO,” ujar Menlu.

Menlu menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk memastikan pelindungan WNI dari hulu ke hilir. Aspek pencegahan di dalam negeri harus diperkuat, antara lain melalui edukasi mengenai proses imigrasi yang aman, penyiapan keberangkatan calon pekerja migran yang tepat guna, dan koordinasi antar-pemangku kepentingan.

HWPA telah diberikan sejak tahun 2015 dengan total penerima 178, terdiri atas sembilan kategori yakni, yaitu Kepala Perwakilan RI, Staf Perwakilan RI, Mitra Kerja Kemlu, Mitra Kerja Perwakilan RI, Instansi Daerah, Jurnalis/Media/Influencer, Masyarakat Madani, Pelayanan Publik di Perwakilan RI, dan Tokoh Peduli.

Pada penganugerahan HWPA tahun ini juga telah diluncurkan buku berjudul “Menghadirkan Negara Hingga Ujung Dunia” yang berisi catatan perjalanan Hassan Wirajuda Pelindungan WNI Award selama sewindu.

Buku ini bukan sekedar catatan kisah dan refleksi penyelenggaraan HWPA, melainkan juga cerminan ikhtiar Kementerian Luar Negeri dalam mewujudkan alinea ke-empat Pembukaan UUD 1945 untuk melindungi segenap bangsa Indonesia melalui diplomasi pelindungan WNI.(**).

%d blogger menyukai ini: