banner 120x600

Kegiatan Pengemasan Arwana di Gang Jarak Pontianak tak Ganggu Warga sekitar

banner 120x600

Pontianak –borneonetv.com- Beredarnya berita tentang aktivitas pengemasan Ikan Arwana beberapa yang akan dikirim keluar daerah oleh Perusahaan King Arwana mengganggu mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga di Gang Jarak Pontianak dibantah oleh sebagian besar warga yang berada di sekitar usaha tersebut.

Salahseorang warga yang rumahnya berada tak jauh dari King Arwana membantah pemberitaan tersebut. Kepada sejumlah awak media yang menemuinya Senin (29/4/24),  laki-laki setengah baya itu mengatakan bahwa  dia dan keluarganya serta beberapa keluarga di sekitar itu sama-sekali tak merasa terganggu. “Kami bise tidok nyeyak, tak terganggu suare apapun,”ungkap bapak yang sudah dianggap tokoh di daerah tersebut dengan logat khas melayunya.

Insiden yang sempat terjadi terkait keberadaan usaha King Arwana itu menutnya tidak perlu terjadi. Dugaan penghadanagn dan pemukulan yang dilakukan oknum warga kepada salahseorang karyawan King Arwana itu menurutnya merupakan hal yang tidak didasarkan pada fakta yang benar mengenai keberadaan tempat pengemasan Ikan Arwana tersebut.

Sebelumnya, sempat diberitakan Pendi salah satu karyawan King Arwana didatangi oleh salah seorang oknum warga yang protes adanya suara keras yang keluar dari pengemasan ikan tersebut. Pada tanggal 15 April 2024, “saya buka pintu, tak lama dia (salah satu warga) datang marah-marah, ngomel dengan Kata “kau tak bisa berhenti kerja ke” ganggu saya tidur ja. Semua warga disini terganggu.” Ungkapnya pada Pendi.

Padahal menurut Pendi packaging  itu dilakukan dengan lakban, “berapa kencang sich pak suara lakban,” kata Pendi meyakinkan kalau pekerjaanya tidak akan sampai menggangu tidur warga.

Dan ternyata, persoalannya tidak berhenti sampai disitu. Pada tanggal 16 April 2024, sekitar pukul 9 malam, Pendi berpapasan dengan oknum warga yang kemarin mendatanginya. Oknum itu dengan suara kencang meneriaki Fendi dan bertanya “mana surat ijin RT kau, mana tinggal Kau, mana KTP Kau, dia cepat cekik saya, saya teriak, datang mustar dari belakang melepaskan saya, “dia lari, saya kejar die, saya tinju die, tersungkur die, saya hamtam agik sekali.”begitu cerita Pendi membela dirinya. Nah!

%d blogger menyukai ini: