banner 120x600

Tidak Diberi Izin Memancing Seorang Remaja Nekat Menghabisi Nyawanya Dengan Senapan Angin

banner 120x600

Landak, borneonetv.com – Akibat tidak di izinkan pergi memancing, seorang remaja tewas bunuh diri. Peristiwa ini terjadi di Dusun Kurnia, Desa Semedang, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Senin (20/04/5/2025/4).

Korban berinisial R.A.S, berumur 16 tahun adalah anak pertama pasangan suami istri Incu dan Yulia, yang berdomisili di Dusun Kurnia, Desa Semedang. R.A.S yang beragama Katolik dan masih berstatus sebagai pelajar kelas 9 SMP. Korban di duga menghabisi dirinya menggunakan senjata PCP jenis Dejeluksenapan angin PCP jenis Gejluk.

Senapan yang di duga dipakai RAS untuk menghabisi menghilangkan nyawanya

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 11.30 WIB ketika korban meminta izin kepada ibunya untuk pergi memancing menggunakan sepeda motor. Namun, ibunya tidak mengizinkan karena jarak yang jauh. Setelah itu, korban masuk ke kamar orang tuanya. Sekitar pukul 12.00 WIB, ayah korban, yang baru pulang kerja dan hendak tidur siang, mendengar suara ledakan dari dalam kamar. Segera ia berlari ke kamar dan menemukan anaknya terjatuh di lantai dengan luka tembak di bagian kening.

Ayah korban segera memanggil bidan kampung dan membawa Korban ke Puskesmas Kuala Behe. Sayangnya, setibanya di Puskesmas, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Menurut keterangan Ayah korban, senjata PCP jenis Dejeluk yang digunakan korban dalam keadaan tidak terisi atau kosong sebelumnya. Namun, tragisnya, peluru dari senjata tersebut masih bersarang di kepala korban. Pihak keluarga, termasuk orang tua korban, menolak otopsi dan telah membuat surat penolakan.

Kapolsek Kuala Behe, Iptu Zulianto, melalui Kanit Reskrim Aiptu Suparja, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan terkait insiden bunuh diri ini.
“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di tempat kejadian dan mengumpulkan barang bukti yang diperlukan. Saat ini, kami terus memantau perkembangan kasus ini untuk memastikan semua aspek ditangani dengan baik,” ungkap Suparja.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan secara humanis kepada keluarga korban menjadi prioritas.
“Bhabinkamtibmas telah melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai musibah ini. Kami berharap dengan pendekatan ini, keluarga bisa mendapatkan dukungan moral yang mereka butuhkan dalam menghadapi situasi sulit ini,” jelasnya

Aiptu Suparja mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memastikan senjata yang dimiliki disimpan dengan aman.
“Kepada masyarakat, kami mengingatkan pentingnya menyimpan senjata di tempat yang aman dan tidak mudah diakses, terutama oleh anak-anak, untuk mencegah tragedi serupa terjadi lagi di masa mendatang,” tutupnya.

%d blogger menyukai ini: