banner 120x600

Kubu Raya Jadi Kabupaten Pertama Lanjutkan Kating Provinsi KalBar

banner 120x600

Kubu Raya, Dalam upaya memerangi stunting dan mewujudkan Indonesia Emas 2045, Kabupaten Kubu Raya menjadi Kabupaten yang terdepan di Kalimantan Barat dengan meluncurkan Gerakan Salam Kating (Sosialisasi dan Launching Menyala Kakak Asuh Stunting). Ditandai dengan penekanan tombol digital bersama oleh Pj. Ketua TP-PKK Kalbar, Windy Prihastari Harisson, Pj. Bupati Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman, dan Pj. Ketua TP-PKK Kabupaten Kubu Raya beserta Kepala Disporapar Kubu Raya.

Gerakan Salam Kating ini juga dibarengi dengan deklarasi oleh para pemuda untuk menurunkan angka stunting dalam menatap Indonesia Emas Tahun 2045.

Windy mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah membentuk Gerakan Salam Kating setelah Pemerintah Provinsi Kalbar melakukan kick off pada tanggal 20 Mei 2024 yang lalu di Pendopo Gubernur Kalbar. Beliau mengajak semua Kabupaten/Kota untuk turut melaksanakan program serupa.

“Kubu Raya ini merupakan Kabupaten pertama di Kalbar yang mendeklarasikan Gerakan Kakak Asuh Stunting. Kami berharap Kabupaten/Kota lainnya dapat mengikuti deklarasi Kating dalam melakukan aksi-aksi nyata untuk menurunkan angka stunting,” ujarnya di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (06/06/2024).

Ia mengatakan bahwa para pemuda merupakan garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat terkait pencegahan dan penanganan stunting.

“Para pemuda ini adalah garda terdepan mengedukasi masyarakat khususnya ibu-ibu dengan bayi dua tahun (baduta) dan remaja putri, bagaimana mereka memberikan pemahaman dalam mencegah stunting,” jelasnya.

Diketahui bahwa angka target nasional pada tahun 2024 adalah 14 persen, maka dari itu Pemerintah Provinsi Kalbar bersama TP-PKK Kalbar beserta seluruh stakeholder bersama-sama dalam menuntaskan Kalbar bebas dari stunting atau zero stunting.

“Kalbar pada tahun 2023 turun 3,8 persen menjadi 24,5 persen, kita harus mengejar target nasional, jadi ada beberapa persen lagi. Dengan melakukan berbagai macam aksi-aksi nyata seperti serbu posyandu, Gerakan Orang Tua Asuh Stunting yang terdiri dari Anggota KORPRI, CSR, organisasi kemasyarakatan dan yang terakhir Kakak Asuh Stunting. Semua itu bertujuan dalam menurunkan angka stunting di Kalbar,” ungkap Windy.

Ia mengatakan bahwa Pramuka juga ikut berperan dalam aksi nyata menurunkan angka stunting, serta mensosialisasikan pemahaman tentang pola gizi dan penanganan stunting.

“Pramuka ini salah satu organisasi yang memang menjadi pelopor keterlibatan pemuda dalam menurunkan angka stunting,” katanya.

Sementara itu, Pj. Bupati Kubu Raya Kamaruzzaman mengatakan bahwa permasalahan stunting menjadi fokus utama bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, oleh karenanya diperlukan kerjasama dengan seluruh stakeholder.

“Jika penurunan stunting bisa dilakukan secara bersama-sama, maka tumbuh kembang generasi Kubu Raya akan cerdas dan bersiap menuju Indonesia emas 2045,” imbuhnya.

Gerakan Salam Kating merupakan langkah nyata yang juga dilakukan Kubu Raya dalam memerangi stunting dan mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas untuk Indonesia Emas 2045. (WHY)

%d blogger menyukai ini: