banner 120x600

Pj. Gubernur Kalbar Ajak Semua Kalangan Jaga Lingkungan dan Kurangi Sampah Plastik

banner 120x600

Pontianak, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, bersama Pj. Ketua TP-PKK Kalbar, Windy Prihastari Harisson, yang juga selaku Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Prov. Kalbar mengikuti kegiatan penanaman serentak dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024 di Kantor Gubernur Kalbar, Jum’at (07/06/2024).

Sebelum melaksanakan penanaman serentak, Pj Gubernur bersama istri mengikuti senam pagi bersama Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, Pj. Ketua DWP Kalbar, D. Efi Masfiaty, beserta seluruh Kepala Perangkat Daerah Kalbar dan instansi vertikal lainnya.

Tak hanya itu, agenda ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Kalbar membawa Tumbler dan dilaksanakan penyerahan tumbler secara simbolis oleh Pj. Gubernur Kalbar.

Harisson menyambut baik kegiatan positif dalam peringatan hari lingkungan hidup tahun 2024 ini. Ia berharap semua elemen turut serta dalam menjaga lingkungan misalnya dengan mengurangi sampah plastik pada konsumsi sehari – hari.

“Dalam mengatasi krisis iklim, kita memang harus terus menjaga lingkungan. Kalau Pemprov dalam rangka menjaga lingkungan oni saya sudah meminta misalnya tak menggunakan bahan – bahan plastik untuk konsumsi di setiap kegiatan, serta membudayakan memakai tumbler. Kemudian kita juga menggalakan gerakan pemilahan sampah”, tutur Harisson.

Dirinya menyebutkan, perubahan iklim yang tak menentu saat ini salah satunya memang disebabkan oleh pemanasan global. Ia juga mengambil contoh dari beberapa daerah di dunia yang terdampak banjir besar beberapa waktu lalu.

“Seperti yang kita lihat juga pemanasan global itu salah satu yang mengakibatkan perubahan iklim yang sulit diprediksi yang mana terjadi hujan dimana – mana, malah banyak negara – negara lain juga terkena banjir besar, UEA, Pakistan, China bahkan Inggris juga terdampak. Jadi memang kita saat ini sedang menghadapi akibat dari gangguan lingkungan hidup di dunia ini”, tambahnya.

Harisson menyebutkan bahwa Pemprov Kalbar akan terus berkomitmen dalam menjaga lingkungan hidup di wilayah Kalimantan Barat.

“Untuk mengantisipasi deforestasi banyak langkah yang sudah kita ambil. Ini salah satunya dengan penanaman pohon. Kemudian terkait dampak dari adanya industri, kita juga sudah punya mekanisme harus dilakukan reboisasi dan penanaman kembali. Kita juga telah melakukan kajian lingkungan hidupnya, sehingga kita mengetahui langkah – langkah yang harus kita ambil kedepannya apabila industri tersebut beroperasi”, jelasnya.

Di tempat yang sama, dalam memperingati hari lingkungan hidup kali ini, Pj Ketua TPPP PKK PRovinsi Kalbar, Windy Prihastari sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Pj Gubernur Kalbar.

“Pada kesempatan kali ini kami juga menggalakkan dan mensosialisasikan gerakan membawa tumbler, ini merupakan bagian dari salah satu aksi nyata kita dalam rangka peduli terhadap lingkungan yaitu dengan mengurangi sampah plastik. Sebenarnya semangat ini sudah digaungkan sejak tahun 2018. Kita sudah membuat edaran, yaitu Green Office, selain menghijaukan kantor dengan menanam pohon, perkembangannya. Kemudian dan ketika pertemuan rapat, dapat membawa tumbler masing – masing. Tak hanya itu, kita juga mengurangi penggunaan wadah – wadah plastik, diganti dengan bahan – bahan yang mudah didaur ulang. Kita juga sudah membudayakan paperless pada administrasi surat menyurat secara online, dengan menggunakan aplikasi SRIKANDI sehingga dapat mengurangi penggunaan kertas”, terang Windy.

ia berharap gerakan – gerakan positif ini dalam diterima juga dapat dilaksanakan dan digaungkan pada semua unsur dan elemen masyarakat di wilayah – wilayah lain yang ada di kalbar.

“Kalau ini gerakan Kalbar Membawa Tumbler, harus dibiasakan. Kita juga sudah membagikan tumbler, terakhir di SMA Negeri 1 Pontianak. Mari bersama membiasakan diri untuk membawa tumbler sendiri, lebih sehat dan dapat mengurangi sampah plastik tentunya. Semoga langkah positif ini dapat dilakukan oleh semua masyarakat Kalimantan Barat”, pungkas Windy. (WHY)

%d blogger menyukai ini: