banner 120x600

Mahasiswa LSPR Gelar Dialog Tunda Dulu : Tunda Mengikat Janji, Demi Mengejar Mimpi

Program yang ditujukan kepada seluruh Murid di SMP Negeri 244 Jakarta Utara dan Warga Kampung Rawa Malang Cilincing

banner 120x600

Jakarta, borneonetv.com — Mahasiswa LSPR Institut Jakarta, menyelenggarakan acara Community Development Program, yang diberi tajuk “Tunda Dulu”, sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat mahasiswa Public Relations & Digital Communications kelas PRDC25-3SP, yang diadakan di SMP Negeri 244, Cilincing, Jakarta Utara, 12 Juni 2024 lalu.

“Tunda Dulu’ sebagai program edukasi yang diberikan diadakan oleh mahasiswa dan mahasiswi Public Relations & Digital Communications – LSPR kepada masyarakat sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi mengenai isu-isu sosial yang membahas seputar pernikahan dini, nilai-nilai kesetaraan gender, serta pentingnya merencanakan cita-cita untuk masa depan.

Kegiatan Community Development Program ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Public Relativns & Digital Communications — LSPR. dengan melakukan kunjungan ke SMP Negeri 244, Cilincing, Jakarta Utara untuk memberikan edukasi mengenai “Tunda Dulu” kepada para siswa dan siswi SMP, serta memberikan sosialisasi dan memberikan buku komik yang bertemakan pernikahan dini. Selain itu kegiatan lain yang diberikan adalah kelas pembinaan karir berupa kelas memasak dan kelas bisnis untuk siswa SMP serta warga Rawa Malang, dengan turut mengundang para pembicara, mulai dari organisasi dan psikolog untuk membahas isu tentang pernikahan dini.

“Program ‘Tunda Dulu’, kami tidak hanya memberikan pemahaman mengenai dampak pernikahan dini, tetapi juga menginspirasi untuk merencanakan masa depan yang lebih baik sebelum mengambil langkah besar seperti menikah dini.” Ujar Keyshia Hianusa selaku Ketua Pelaksana program Tunda Dulu.

Sementara itu Dosen Community Development dan pembimbing mahasiswa LSPR, Rizka Septiana M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari 4 mata kuliah di semester 6.
“Kami bangga dengan para mahasiswa LSPR yang sudah melaksanakan acara ini dengan baik. Diharapkan di kemudian hari, para mahasiswa kami ini sudah akan siap terjun ke dunia pekerjaan,” ucap Rizka.

Pada puncak acara ini pula, Tunda Dulu menayangkan Video Dokumenter bertema “Terikat dalam Usia Muda: Menggali Realitas Pernikahan Dini” yang berisikan realita dan wawancara dari pasangan pernikahan dini, orang tua, perangkat desa serta sudut pandang professional yang ditujukan untuk mengangkat isu pernikahan dini dengan cara yang kreatif dan edukatif. Dua narasumber ahli tersebut adalah Wahyuni Della Sari (Feministic.id) dan Farraas A. Muhdiar, M.Sc., M.Psi. (Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga).

Sebelumnya, Tunda Dulu juga telah melaksanakan kegiatan Pra-Acara berupa sosialisasi ke SMPN 231 dan SMPN 244 bersama dengan psikolog dan pembicara yang memahami isu pernikahan dini.
“Dengan Program TundaDulu, kami tidak hanya menciptakan kesadaran akan bahaya pernikahan dini, tetapi juga membangun fondasi untuk sebuah masyarakat yang lebih setara dan berkelanjutan. Mari bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.” ujar Maylaffayza Wiguna, S.Sn, S.Sn, M.Sn sebagai dosen Community Development di LSPR Institute of Communication and Business.

Tujuan dari Kegiatan Community Development Program ini adalah menyampaikan pesan edukasi bahwa terdapat banyak ragam pilihan seperti karir dan cita – cita, yang dapat membangun kehidupan lebih baik sebelum adanya pernikahan. Adapun kegiatan sosialisasi tersebut ditujukan kepada para siswa dan siswi SMP dan masyarakat sekitar kampung Rawa Malang.

Tunda Dulu sadar bahwa isu ini erat kaitannya dengan edukasi bagi remaja, oleh karena itu Tunda Dulu berkolaborasi dengan SMPN 244 untuk menyelenggarakan program ini. “Kerjasama dengan Program Tunda Dulu adalah langkah yang menginspirasi kami untuk memperkuat kesadaran akan isu pernikahan dini di kalangan remaja. Dengan melibatkan siswa/i, orang tua, dan masyarakat, kami yakin dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” kata Wiwin Supriyaningsih, S.Pd sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Kehumasan SMPN 244 Jakarta.

Farraas Afiefah sebagai seorang Psikolog Klinis Anak & Remaja, mengatakan bahwa “dengan mendukung Program Tunda Dulu, kita bukan hanya memperkuat kesadaran akan dampak pernikahan dini, tetapi juga membuka pintu bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan terencana.”

Program “Tunda Dulu” tidak hanya merupakan upaya pengabdian masyarakat mahasiswa Public Relations & Digital Communications – LSPR, tetapi juga sebuah langkah konkret dalam menciptakan kesadaran dan perubahan positif terhadap isu pernikahan dini. Dengan melibatkan berbagai pihak dan menyajikan edukasi yang kreatif, program ini membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah dan terencana bagi generasi muda.

 

%d blogger menyukai ini: