banner 120x600

Expo Pendidikan Global Education Fair, Jadi Jendela Informasi Perguruan Tinggi

banner 120x600

PONTIANAK – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, resmikan Expo Pendidikan Global Education Fair di Pontianak Convention Center (PCC) hari ini. Pembukaan acara tersebut ditandai dengan pemukulan gong dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pj. Ketua TP-PKK Kalbar, Windy Prihastari Harisson, pimpinan lembaga keuangan Kalbar, Konsul Malaysia di Pontianak, CEO Education Malaysia Global Service, Encik Novie Tadjudin, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar berbagai unsur pendidikan dari berbagai jenjang, Rabu (12/06/2024).

Harisson menekankan pentingnya acara ini dalam memberikan informasi mengenai pilihan pendidikan tinggi yang lebih luas khususnya dalam rangka untuk memperkenalkan beragam perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri kepada masyarakat Kalimantan Barat, khususnya para lulusan SMA/SMK.

“Expo ini tidak hanya menampilkan perguruan tinggi nasional, tetapi juga perguruan tinggi global, misalnya Perguruan Tinggi dari negeri jiran Malaysia. Hal ini sejalan dengan kesepakatan pada BIMP EAGA tahun lalu. Mengingat kedekatan geografis Kalbar dengan Malaysia, diharapkan expo ini dapat membuka peluang bagi anak-anak kita yang berminat melanjutkan studi di sana,” jelasnya.

Selain perguruan tinggi Malaysia, expo ini juga turut menghadirkan berbagai universitas ternama di Indonesia. Harisson berharap expo ini dapat menjadi wadah bagi para siswa untuk mengeksplorasi berbagai jurusan dan kompetensi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

“Kita juga memperkenalkan Universitas-Universitas yang berada di Indonesia, mungkin ada minat mereka dalam kompetensi yang ingin mereka kuasai tetapi berada di Universitas – Universitas nasional. Jadi hal itu kita perkenalkan dan mereka juga banyak pilihan jurusan setelah lulus dari SMA/SMK,” ujarnya.

Selain itu, Harisson mengungkapkan bahwa mutu pendidikan perguruan tinggi di Kalbar maupun di luar Kalbar tidak kalah dengan mutu pendidikan yang berada di luar negeri.

“Saya lebih berharap anak-anak ini melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Indonesia khususnya Kalbar. Kalau orang tuanya memang mampu untuk menyekolahlan anaknya di luar negeri silahkan saja, tapi saya harapkan kita mengutamakan sekolah-sekolah dalam negeri,” harapnya.

Agenda tersebut dilanjutkan dengan peninjauan stand-stand universitas baik dari nasional hingga global. Terdapat juga stand kerajinan hingga wastra dari anak-anak SMK Negeri dari penjuru Kalbar. (WHY)

 

%d blogger menyukai ini: